Minggu, 08 Juli 2012

Tugas Pendidikan Moral

1.  Jelaskan pengertian tentang norma, nilai, dan moral serta berikan contoh masing-masing 2 buah!
 Jawaban:
Ø  Norma adalah aturan, ketentuan, ukuran-ukuran, hukum, tradisi yang berlaku pada masa tertentu yang digunakan untuk mengatur tingkah laku manusia dan kelompok untuk mewujudkan keteraturan dan ketertiban dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Contoh:
a)      Tidak meludah di sembarang tempat ( norma kesopanan )
b)      Membunuh, mencuri, merampok (norma Hukum )
Ø  Nilai adalah harga, angka kepandaian, banyak sedikitnya isi, kadar atau mutu yang mempunyai sifat-sifat (hal-hal) yang penting atau berguna bagi kemanusiaan dan sesuatu yang menyempurnakan manusia sesuai dengan hakekatnya.
Contoh:
a)      Mobil Mercedes keluaran terbaru yang harganya sangat mahal.(nilai dalam arti harga )
b)      Upacara memandikan pusaka-pusaka Keraton Yogyakarta dan Surakarta adalah upacara yang penuh dengan filosofi masyarakat Jawa. (nilai tradisi)
Ø  Moral adalah penentuan baik-buruk terhadap suatu perbuatan dan kelakuan manusia
Contoh:
a)      Suka menolong orang lain
b)      Berbakti kepada kedua orang tua


2.  Menurut Thomas Lickona karakter atau watak seseorang dapat dibentuk melalui 3 unsur atau komponen yang meliputi moral knowing, moral feeling, dan moral behavior. Berikan contoh pengembangan ketiga komponen tersebut dalam pembelajaran PKn SMP!
Jawaban:
Standar Kompetensi:
Menampilkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai pancasila

Kompetensi dasar:
a)      Menjelaskan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara
b)      Menguraikan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara
c)      Menunjukan sikap positif terhadap pancasila dalamkehidupan berbangsa dan bernegara
d)     Menampilkan sikap positif terhadap Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat

1)      Konsep moral
Ø Kesadaran Moral                     :Memberikan kesadaran terhadap nilai-nilai pancasila.
Ø  Pengetahuan nilai moral          :Pemahaman nilai-nilai pancasila sebagai dasar    negara dan ideologi negara.
Ø  Pandangan Kedepan               :Manfaat menampilkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai pancasila
Ø  Penalaran Moral                      :Dapat menumbuhkan sikap positif, taat dan patuh terhadap Negara.
Ø  Pengambilan keputusan           :Bagaimana menerapkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.
Ø  Pengetahuan diri                     :Intropeksi diri apakah perilaku kita telah sesuai dengan nilai-nilai pancasila.
2)  Sikap moral
Ø  Kata hati                                 :Kata hati tentang perilaku yang mencerminkan nilai-nilai pancasila.
Ø  Rasa Percaya Diri                    :Rasa percaya diri kita untuk menerapkan sikap positif terhadap pancasila.
Ø  Empati                                     :Empati kita kepada orang yang telah menunjukan sikap positif  terhadap pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ø  Cinta Kebaikan                       :Cinta kita kepada nilai-nilai pancasila.
Ø  Pengendalian diri                    :Pengendalian diri kita terhadap sikap kita yang menyimpang dari nilai-nilai pancasila.
Ø  Kerendahan diri                      :Menjunjung tinggi nilai-nilai pancasila.
3) Perilaku moral
Ø  Kemampuan                             :Kemampuan Menampilkan perilaku yang    sesuai dengan nilai-nilai pancasila.
Ø  Kemauan                                 :Kemauan kita dalam menunjukan sikap positif terhadap Pancasila.
Ø  Kebiasaan                                :Kebiasaan menunjukan perilaku positif yang sesuai dengan nilai-nilai pancasila


3.   Seiring dengan berlakunya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) seseorang guru dituntut untuk dapat kreatif mengembangkan materi pembelajaran PKn yang mengacu pada SK dan KD yang ada dalam KTSP. Adapun sebagai calon guru harus dapat mengembangkan atau menganalisis materi PKn yang didalamnya memuat konsep, nilai, moral, norma, dan tujuan PKn. Coba berikan contoh analisis materi pelajaran tersebut!
Jawaban:
Standar kompetensi:
Memahami hakikat bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Konsep : Memberikan kesadaran dalam memahami hakikat bangsa dan Negara.
Nilai     : Semangat patriotisme yang tinggi.
Moral   : Menampilkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air.
Norma  : Menumbuhkan sikap patriotisme dan nasionalisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Tujuan  : Membentuk warga negara yang taat dan patuh kepada bangsa dan negara yang dilandasi dengan penuh kesadaran.

4.  Jelaskan mengapa sebagian para pemimpin kita (pejabat) memiliki moralitas yamg kurang baik, seperti korupsi, kolusi, jalan pintas (suka  menerabas)? Apakah semua itu disebabkan karena kegagalan pendidikan di Indonesia, terutama PKn. Jelaskan argumen Anda!
Jawaban:
      Menurut saya sebagian para pemipin kita (pejabat) memiliki moralitas yang kurang baik karena nilai-nilai moral para pejabat itu sudah rusak dan negatif. Mereka hanya ingin berebut kekuasaan setinggi-tingginya demi sebuah gengsi atau uang walaupun cara memperolehnya dengan jalan tidak sehat atau licik. Setelah Pejabat-pejabat itu sudah menduduki/memperoleh kekuasaan itu maka tinggal merauk uang-uang rakyat dengan jalan korupsi. Ini merupakan salah satu bentuk moral para pejabat pemerintahan saat ini yang terkenal akan koruptornya. Seperti kasus baru-baru ini tentang tertangkapnya anggota DPR Al Amin Nasution oleh KPK karena adanya kasus suap pada dirinya. Moralitas yang kurang baik yang dimiliki sebagian  pejabat bukan sepenuhnya kegagalan pendidikan Indonesia, yang dalam hal ini PKn, melainkan tergantung pada diri masing-masing individu dalam hal ini para pejabat. Kita semua tahu bahwa pada pelajaran PKn selalu diajarkan tentang pendidikan moral bahkan PKn salah satunya befungsi untuk membentuk /menjadikan kita sebagai warga negara yang bermoral baik dan manusiawi.



5.  Jelaskan tahap perkembangan moral menurut Piaget dan Lawrece Kohlberg. Berikan penjelasan lengkap untuk masing-masing tahap, disertai contoh-contoh lebih baik!     
Jawaban:
Tahap Perkembangan moral menurut Piaget
a)      Tahap Heteronomous Morality (Moralitas Heteronomus)
Pada tahap ini anak menganggap keadilan dan aturan sebagai sifat-sifat dunia (lingkungan) yang tidak berubah dan lepas dari kendali manusia. Anak akan menimbang akibat dari perbuatan yang dia lakukan, bukan dari maksud pelakunya. Misalnya, ada seorang anak yang berangkat sekolah tiba-tiba dijalan ada temannya yang jatuh dari sepeda. Akan tetapi anak tersebut  tetap bergegas kesekolah tanpa membantu temannya tadi karena takut terlambat masuk sekolah dan nantinya akan terkena hukuman oleh gurunya.

b)      Tahap Autonomous Morality (Moralitas Otonomus)
Pada tahap ini anak sudah menyadari bahwa aturan-aturan dan hukum diciptakan manusia. Pada Otonomus maksud dan niat pelaku dibalik tindakannya dipandang lebih penting dari sekedar akibatnya. Misalnya seperti pada kasus Heteronomus diatas, pada tahap ini anak tadi akan memilih untuk membantu temannya terlebih dahulu sebelum masuk sekolah karena anak tadi tahu mungkin gurunya akan memaklumi alasan anak itu  terlambat kesekolah karena menolong temannya.
Tahap perkembangan moral menurut Kohlberg
Level perkembangan moral
1. Penalaran Moral Prakonvensional
Anak belum menunjukkan internalisasi nilai-nilai moral. Penalaran anak dikendalikan oleh factor eksternal yaitu ganjaran dan hukuman yang bersifat fisik.
        a. Orientasi hukuman dan kepatuhan
o   Mengacu pada kepatuhan atau hukuman  oleh figur-figur yang berkuasa
·         Tindakan dinilai benar atau salah tergantung dai akibat hukuman yang berkaitan dengan kegiatan tersebut.
·         Misal: seorang anak akan mengatakan bahwa bermain dengan pisau itu tidak baik, karena ibu melarangnya dan akan marah kalau ia melakukan hal itu.
        b. Orientasi individualisme dan tujuan instrumental
·         Acuan moral anak masih terhadap peristiwa-peristiwa eksternal fisik
·         Suatu tindakan dinilai benar bila berkaitan dengan kejadian eksternal yang memuaskan kebutuhan dirinya atau orang lain yang sangat dekat dengan dirinya.
·         Meskipun mencuri itu salah karena berasosiasi dengan hukuman tetapi mencuri dapat dibenarkan bila dilakukan saat dia sedang lapar.
·         Pendidikan yang dikembangkan harus memperhatikan perkembangan dan cara belajar.
2. Penalaran Moral Konvensional
Pada tahap ini anak beranggapan bahwa yang bernilai adalah memenuhi harapan-harapan keluarga serta berusaha menunjang ketertiban dan berusaha mengidentifikasikan diridengan mereka yang mengusahakan ketertiban sosial.
        a. Orientasi konformitas interpersonal
·         Tingkah laku yang dianggapnya baik adalah tingkah laku yang membuat senang orang lain dan mendapat persetujuan mereka.
·         Mereka yang berada di tahap ini berusaha berlaku wajar seperti layaknya orang lain.
        b. Orientasi hukum dan aturan
·         Otoritas, perturan-peraturan yang sudah ditetapkan dan pemeliharaan ketertiban sosial dijunjung tinggi.
·         Tingkah laku yang benar adalah melakukan kewajiban, menghormati otoritas dan memelihara ketertiban sosial.
3. Penalaran Moral Pascakonvensional
Orang sudah berusaha mendapatkan perumusan nilai-nilai moral serta rumusan prinsip-prinsip nilai yang valid yang dapat diterapkan.
a. Orientasi kontrak sosial
·         Tindakan benar salah cenderung dimengerti dari atau didasarkan pada segi hak-hak pribadi dan kaidah –kaidah yang sudah teruji di masyrakat.
·         Nilai-nilai yang bersifat individual dan pendapat pribadi diperhitungkan.
·         Sudah ada kesadaran bahwa hukum itu dapat dirubah bila difikir berguna bagi masyarakat.
b. Orientasi etis universal
·         Benar salahnya tindakan didasarkan pada putusan suara hati (budi nurani, conscience) sesuai dengan prinsip-prinsip nilai yang dianut oleh orang yang bersangkutan.
·         Prinsip pada dasarnya adalah prinsip tentang keadilan, kesamaan hak, HAM, hormat pada nilai (harkat) manusia.



NAMA: ARDI WIDAYANTO
NIM: 07401241043
PRODI: PKn. Hukum (R)
Universitas Negeri Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
;