Sabtu, 14 Juli 2012

PENGELOLAAN PRASARANA RUANG LABORATORIUM


1.      Perencanaan Ruang Laboratorium
a.             Perencanaan kebutuhan jenis laboratorium yang diperlukan sesuai tuntutan kurikulum yang berlaku. Mengingat saat ini masih banyak laboratorium IPA yang belum dimanfaatkan sebagaimana mestinya bahkan pengelolaan dan pemanfaatannya sebagai sumber belajar belum berkembang maka perlu perencanaan kebutuhan jenis laboratorium yang diperlukan sesuai dengan tuntutan kurikulum yang berlaku.
b.            Perencanaan kebutuhan jumlah laboratorium untuk setiap jenis berdasarkan jumlah siswa dengan rombongan belajar yang akan memanfaatkan. Jumlah siswa dengan rombongan belajar dalam satu sekolah akan mempengaruhi kebutuhan jumlah laboratorium yang diperlukan.
c.             Perencanaan kebutuhan tanah untuk membangun laboratorium adalah mutlak diperlukan.
d.            Perencanaan kebutuhan alat laboratorium. Sesuai dengan jenis dan jumlah siswa maka peralatan laboratorium dapat dibagi menjadi kelompok umum dan khusus. Yang dimaksud kelompok umum ialah perangkat alat yang dikelompokkan menurut segi pemakaiannya, misalnya perkakas seperti obeng, tang, pisau, kikir, palu, dsb. Sedangkan yang dimaksud kelompok khusus adalah perangkat alat yang dikelompokkan nerdasarkan kepada keterkaitannya dengan mata pelajaran dan perlakuan perawatannya, misalnya mikroskop, neraca balance, dsb. Kebutuhan alat-alat ini agar disesuaikan dengan jumlah kelompok siswa sehingga semua kelompok siswa dapat melakukan praktik dengan baik.
e.             Perencanaan proses pengadaan laboratorium dan alat laboratorium. Pengadaan lboratorium adan alat laboratorium dapat dilakukan dengan permohonan dengan kantor wilayah.. Biasanya setiap tahun melalui Seksi Sarana dan Prasarana ada dana untuk pengadaan laboratorium dan alatnya.
f.             Perencanaan pendayagunaan laboratorium agar pendayagunaan laboratorium tersebut efektif dan efisien maka perlu direncanakan tenaga-tenaga yang bertanggung jawab terselenggaranya pengelolaan laboratorium.
g.            Perencanaan inventarisasi perawatan biaya operasional dan bahan habis pakai. Dalam satu tahun pelajaran semua kebutuhan perawatan biaya operasional dan dana untuk belajar bahan habis pakai harus di tata, di inventarisasi dan direncanakan secara tepat sehingga dalam pelaksanaan kegiatan praktek tidak kehabisan bahan.
h.            Perencanaan pelaporan. Semua kegiatan dari perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan selalu diakhiri dengan pelaopran, misalnya per semester atau per akhir tahun.
2.      Organisasi Prasarana Ruang Laboratorium
Pengorganisasian ruangan laboratorium ialah antara pengelola laboratorium dan penanggung jawab teknis.
3.      Koordinasi Prasarana Ruang Laboran
Koordinasi dengan seluruh guru IPA, baik Biologi maupun Fisika. Pembagian jadwal agar disepakati danm diatur oleh petugas laboran.
4.      Pelaksanaan Prasarana Ruang Laboratorium
Ruang laboratorium berguna untuk tempat praktek IPA. Dalam pelaksaan pemakainya dapat dibuat jadwal. Bagi sekolah yang memiliki laboratorium tersendiri-sendiri antara Biologi dan Fisika, sangat baik sehingga dalam kegiatan praktek mudah mengaturnya.
5.      Pengendalian atau Pengawasan Prasarana Ruang Laboratorium
Pengawasan ruangan laboratorium harius lebih baik dari ruangan kelas karena menyangkut perabot dan alat maupun bahan parktek. Jika alat dan bahan praktik rusak maupun habis maka pelaksanaan praktik IPA akan terganggu akibatnya KBM tidak berjalan dengan baik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
;