Selasa, 10 Juli 2012

Perbandingan Teori Behaviouristik, Kognitif dan Humanistik

Perbandingan Teori Behaviouristik,Kognitif dan Humanistik
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Psikologi pendidikan



1.Perbandingan Teori behaviouristik,Kognitif,dan Humanistik.
No
Behaviouristik
Kognitif
Humanistik

1.

Agar tercapai hubungan antara stimulus dan respons,perlu adanya kemampuan untuk memilih respons yang tepat serta melalui serangkaian usaha-usaha modifikasi perilaku dan diberi penguatan agar hubungan antara keduanya makin erat.
Tokoh-tokoh yang menganut teori ini antara lain:
a. Edward Lee  Thorndike
b. Ivan Petrovich Pavlov
c. Burrhuss Frederic Skinner
d. Robert Gagne
e. Albert Bandura

Proses belajar akan berjalan dengan baik bila materi pelajaran yang baru beradaptasi (bersinambungan) secara tepat dan serasi dengan struktur kognitif yang telah dimiliki siswa. Jadi, ilmu pengetahuan dibangun dalam diri seorang individu melalui proses interaksi yang berkesinambungan dengan lingkungan. Proses ini tidak berjalan sepotong-potong atau terpisah-pisah, melainkan melalui proses mengalir, bersambung-sambung dan menyeluruh.
Tokoh Yang menganut teori ini antara lain :
a. Max Wertheimer
b. Wolfgang Kohler
c. John Dewey
d. Jean Piaget
e. JeromeBrunner
f. Lev Vygotsky


Menurut Teori ini tujuan belajar adalah memanusiakan manusia.siswa dalam proses belajarnya secara perlahan berusaha untuk dapat mengaktualisasikan dirinya sebagai manusia yang unik ( individu dan mahluk social ) yang memiliki berbagai potensi  dengan sebaik-baiknya.
Tokoh yang menganut teori ini antara lain :
a. Arthur Combs
b. Maslow
c. Carl rogers
d.Ki Hajar Dewantara




2. Contoh aplikasi teori belajar Behaviouristik,Kognitif,dan Humanistik dalam bidang pendidikan.
A. Teori Behaviouristik
Dalam  mata pelajaran kesenian terutama seni musik,siswa membutuhkan stimulus yang cukup besar dan memerlukan lebih dari sekedar pengajaran teori mengenai kunci musik nada tetapi diperlukan usaha modifikasi dari guru agar dapat menghasilkan stimulus yang tepat dalam mempermudah siswa menghapal nada maupun kunci musik.Setelah itu penguatan dilakuakan secara berkala dengan proses latihan.
B. Teori Kognitif
Dalam kegiatan belajar mengajar siswa dihadapkan pada suatu situasi di lingkungan,kemudian ia diminta untuk menjelaskan apa yang telah ia amati dan pelajari dari lingkungan tersebut.Misalnya saja bila seorang guru mengajarkan tentang pentingnya agama bagi manusia,siswa dihadapkan pada situasi di rumah ibadah ( mesjid,Pura,Gereja,Vihara ) dari pengamatannya itulah dia bisa memperoleh pengetahuan mengenai betapa agama bagi penganutnya.
C. Teori Humanistik
Dalam kegiatan belajar mengajar seorang guru tidak hanya mengembangkan aspek kognisi dari siswa tetapi guru juga berkewajiban mengembangkan afeksi dari siswa agar memiliki kepekaan social. Guru berperan sebagai Fasilitator,contoh dan juga Motivator.Misalnya,apabila hendak mengajarkan mengenai kerja sama,guru tidak hanya menjadi fasilitator dengan mengajarkan teori,ia juga harus memberikan contoh bagaimana cara bekerja sama dengan baik,srta terus berupaya terus memotivasi siswanya agar mau bekerja sama dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
;