Jumat, 24 Agustus 2012

Pewarganegaraan (Naturalisasi)

Dalam hukum kewarganegaraan di Indonesia, dikenal dua asas memperoleh kewarganegaraan yaitu asas tempat kelahiran (ius soli) dan asas keturunan (ius sanguinis). Menurut ius soli, seseorang yang dilahirkan dalam wilayah suatu negara adalah warganegara. Sedangkan menurut ius sanguinis, seseorang adalah ia menjadi warganegara karena ia dilahirkan dari orangtua warganegara.
Namun tidak semua negara menggunakan asas ini, karena ada juga yang menerapkan dwikenegaraan (dilihat dari salah satu turunan warganegara, bisa dilihat dari pihak ayah atau ibu). Atau ada juga negara yang memiliki kesamaan keturunan dengan negara lain, seperti Italia dan Argentina karena banyaknya keturunan negara tersebut yang pindah ke neeegara yang serumpun (Harsono 1992: 3).
Dalam hal memperoleh kewarganegaraanpun dikenal adanya stelsel aktif dan stelsel pasif. Dalam stelsel aktif, seseorang dapat memperoleh kewarganegaraan dengan melakukan perbuatan hukum tertentu. Sedangkan stelsel pasif, seseorang dapat memperoleh kewarganegaraan tanpa melakukan perbuatan hukum tertentu (Hadidjojo 1954: 39).
Indonesia, sesuai ketentuan pada UU No. 62 Tahun 1958 pada prinsipnya menggunakan asas ius sanguinis, namun asas ius soli juga tidak menjadi tabu untuk dipakai sebagai aturan (lihat Pasal 1 huruf f, g, h, dan i). Dalam UU ini juga dikenal salah satu cara memperoleh kewarganegaraan yaitu melalui jalur pewarganegaraan (naturalisasi). Naturalisasi diperoleh seiring dengan berlakunya Keputusan Menteri Kehakiman yang memberikan pewarganegaraan tersebut. Pewarganegaraan ini diberikan (atau tidak diberikan) atas permohonan, sedangkan instansi yang memberikan adalah Menteri Kehakiman.
Kemudian, seiring dengan reformasi di Indonesia, diadakan revisi pada UU tersebut menjadi UU No. 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan. Revisi UU terjadi karena penekanan pada hubungan perdata menyangkut status patrilineal, kemudian dalam UU terdahulu masih adanya diskriminasi etnis tertentu, dwikewarganegaraan, serta belum terjaminnya hak-hak kewarganegaraan.  
Melihat itu semua, sebenarnya proses naturalisasi tidak memakan proses yang rumit. Adapun syarat-syarat memperoleh naturalisasi menurut UU No.12 Tahun 2006 adalah:
1.      Naturalisasi Biasa
Mengajukan permohonan kepada Menteri hukum dan HAM melalui kantor pengadilan negeri setempat dimana ia tinggal atau di Kedubes RI apabila di luar negeri permohonan ini ditulis dalam bahasa Indonesia. Bila lulus maka ia harus mengucapkan sumpah setia di hadapan pengadilan negeri.
Syarat-syaratnya naturalisasi biasa adalah :
1)     Telah berusia 18 (delapan belas) tahun atau sudah kawin;
2)     Pada waktu mengajukan permohonan sudah bertempat tinggal di wilayah Negara Republik Indonesia paling singkat 5 (lima) tahun berturut-turut atau paling singkat 10 (sepuluh) tahun tidak berturut-turut;
3)     Sehat jasmani dan rohani;
4)     Dapat berbahasa Indonesia serta mengakui dasar Negara Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
5)     Tidak pernah dijatuhi pidana karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 1 (satu) tahun atau lebih;
6)     Jika dengan memperoleh Kewarga negaraan Republik Indonesia, tidak menjadi berkewarganegaraan ganda;
7)     Mempunyai pekerjaan dan / atau berpenghasilan tetap; dan
8)     Membayar uang pewarganegaraan ke Kas Negara.
2.      Naturalisasi istimewa
Naturalisasi istimewa di negara RI dapat diberikan kepada warga negara asing yang status kewarganegaraannya dalam kondisi   sebagai berikut
a)      Anak WNI yang lahir diluar perkawaninan yang sah, belum berusia 18 tahun atau belum kawin diakui secara sah oleh ayahnya yang berkewarganegaraan asing.
b)     Anak WNI yang belum berusia 5 tahun meskipun telah secara sah sebagai anak oleh WNA berdasarkan penetapan pengadilan, tetap sebagai WNI
c)      Perkawinan WNI dengan WNA, baik sah maupun tidak sah dan diakui orang tuanya yang WNI atau perkawinan yang melahirkan anak di wilayah RI meskipun status kewarganegaraan orang tuanya tidak jelas berakibat anak berkewarganegaraan ganda hingga usia 18 tahun atau sudah kawin.
d)     Pernyataan untuk memilih kewarganegaraan dibuat secara tertulis dan disampaikan kepada pejabat dengan melampirkan dokumen sebagimana ditentukan di dalam perundangan-undangan.
e)      Pernyataan untuk memilih kewarganegaraan disampikan dalam waktu paling lambat 3 tahun setelah anak berusia 18 tahun atau sudah kawin
f)      Warga asing yang telah berjasa kepada Negara RI dengan pernyataan sendiri (permohonan) untuk menjadi warga negara RI  atau dapat diminta oleh Negara RI. Kemudian, mereka mengucapkan sumpah atau janji setia (tidak perlu memenuhi semua syarat sebagaimanan dala naturalisasi biasa) cara ini diberikan oleh Presiden dengan persetujuan DPR.

v  Akibat Pewarganegaraan
a)      Setiap orang yang bukan WNI diperlakukan sebagai orang asing.
b)      Kehilangan kewarganegaraan RI bagi suami atau istri yang terikaat perkawnian sah, tidak menyebabkan kehilangan status kewarganegaraan itu.
c)      Anak yang belum berumur 18 tahun atau belum kawin yang mempunyai hubungan hukum kekeluargaan dengan ayahnya sebelum ayah itu memperoleh kewarganegaraan RI turut memperoleh kewarganegaraan RI
d)     Anak yang lahir di wilayah RI yang saat lahir tidak jelas kedudukan orang tuanya atau tidak diketahui orang tuanya merupakan kewarganegaraan RI
e)      Anak dibawah usia 5 tahun telah ditetapkan secara sah sebagi anak WNA berdasarkan pengadilan tetap diakui sebagai WNI
f)       Kehilangan kewarganegaraan RI bagi seorang ibu tidak dengan sendirinya berlaku terhadap anaknya yang tidak mempunyai hubungan hukum dengan ayahnya sampai anak itu berusia 18 tahun atau sudh kawin.
g)      Kehilangan kewarganegaraa Ri bagi seseorang ayah tidak dengan sendirinya berlaku terhadap anaknya yang mempunyai hukum dengan ayahnya sampai anak itu berusia 18 tahun atau sudah kawin
h)      Kehilangan kewarganegaraan RI karena memperoleh kewarganegaraan lain bagi seorang ibu yang putus perkawinannya tidak sampai nak tersebut berusia 18 tahun atau sudah kawin.
D.    Syarat Dan Tata Cara Memperoleh Kewarganegaraan Republik Indonesia
Kewarganegaraan Republik Indonesia dapat juga diperoleh melalui pewarganegaraan. Menurut Pasal 9 UU No.12 Tahun 2006 permohonan pewarganegaraan dapat diajukan oleh pemohon jika memenuhi persyaratan sebagai berikut :
a.       Telah berusia 18 (delapan belas) tahun atau sudah kawin;
b.      Pada waktu mengajukan permohonan sudah bertempat tinggal di wilayah negara Republik Indonesia paling singkat 5 (lima ) tahun berturut-turut atau paling singkat 10 (sepuluh) tahun tidak berturut-turut;
c.       Sehat jasmani dan rohani;
d.      Dapat berbahasa Indonesia serta mengakui dasar negara Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
e.       Tidak pernah dijatuhi pidana karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 1 (satu) tahun atau lebih;
f.       Jika dengan memperoleh Kewarganegaraan Republik Indonesia, tidak menjadi berkewarganegaraan ganda;
g.      Mempunyai pekerjaan dan/atau berpenghasilan tetap; dan
h.      Membayar uang pewarganegaraan ke Kas Negara.
Selanjutnya, pemohon harus membuat permohonan secara tertulis dalam bahasa Indonesia di atas kertas bermeterai cukup kepada Kepala Kantor Wilayah Departemen Hukum dan HAM atau Perwakilan RI di luar negeri dengan sekurang-kurangnya memuat :
·         Nama lengkap;
·         Tempat dan tanggal lahir;
·         Alamat tempat tinggal;
·         Kewargenegaraan Pemohon;
·         Nama lengkap suami atau istri;
·         Tempat dan tanggal lahir suami atau istri, serta;
·         Kewarganegaraan suami atau istri.
Permohonan pewarganegaraan diajukan di Indonesia oleh pemohon secara tertulis dalam bahasa Indonesia di atas kertas bermeterai cukup kepada Presiden melalui Menteri dan disampaikan kepada Pejabat yang berwenang. Selanjutnya, Menteri meneruskan permohonan pewarganegaraan disertai dengan pertimbangan kepada Presiden dalam waktu paling lambat 3 (tiga) bulan terhitung sejak tanggal permohonan diterima. Dalam mengajukan permohonan pewarganegaraan, pemohon dikenai biaya yang telanh diatur dengan Peraturan Pemerintah.
Presiden berhak mengabulkan atau menolak permohonan pewarganegaraan. Jika permohonan pewarganegaraan dikabulkan, maka ditetapkan dengan Keputusan Presiden. Keputusan Presiden sebagaimana ditetapkan paling lambat 3 (tiga) bulan terhitung sejak permohonan diterima oleh Menteri dan diberitahukan kepada pemohon paling lambat 14 (empat belas) hari terhitung sejak Keputusan Presiden ditetapkan. Jika permohonan pewarganegaraan ditolak Presiden, harus disertai alasan dan diberitahukan oleh Menteri kepada yang bersangkutan paling lambat 3 (tiga) bulan terhitung sejak tanggal permohonan diterima oleh Menteri.
Keputusan Presiden mengenai pengabulan terhadap permohonan pewarganegaraan berlaku efektif terhitung sejak tanggal pemohon mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia. Paling lambat 3 (tiga) bulan terhitung sejak Keputusan Presiden dikirim kepada pemohon, Pejabat memanggil pemohon untuk mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia. Dalam hal setelah dipanggil secara tertulis oleh Pejabat untuk mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia pada waktu yang telah ditentukan ternyata pemohon tidak hadir tanpa alasan yang sah, Keputusan Presiden tersebut batal demi hukum. Dalam hal pemohon tidak dapat mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia pada waktu yang telah ditentukan sebagai akibat kelalaian Pejabat, pemohon dapat mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia di hadapan Pejabat lain yang ditunjuk Menteri.
Pengucapan sumpah atau pernyataan janji setia dilakukan di hadapan Pejabat yang berwenang. Pejabat selanjutnya membuat berita acara pelaksanaan pengucapan sumpah atau pernyataan janji setia. Paling lambat 14 (empat belas) hari terhitung sejak tanggal pengucapan sumpah atau pernyataan janji setia, Pejabat menyampaikan berita acara pengucapan sumpah atau pernyataan janji setia kepada Menteri.


Daftar Pustaka
Harsono. 1992. Hukum Tata Negara Perkembangan Pengaturan Kewarganegaraan. Yogyakarta: Liberty.
Hadidjojo, Soejono.1954. Kewarganegaraan Indonesia. Yogyakarta: Jajasan B.P. Gadjah Mada.
http://arriwp97.blogspot.com/
http://biotalaut-biotalaut.blogspot.com/
http://business.blinkweb.com/
http://www.kumham-jakarta.info/info-layanan/kewarganegaraan/persyaratan-permohonan
Undang-Undang No.12  Tahun 2006 Tentang Kewarganegaraan

7 komentar:

  1. "10 tahun tidak berturut-turut" itu apa berarti kalau mengunjungi indonesia 10x (setahun 1x), saya bisa mengajukan naturalisasi?

    BalasHapus
  2. teman saya sudah tinggal 5 tahun berturut2 di Indonesia tapi ketika mengajukan naturalisasi biasa ditolak. padahal sudah memenuhi semua syarat & ketentuan...

    BalasHapus
  3. terimakasih informasinya sangat membantu sekali.

    BalasHapus
  4. mau ukk pkn mbaca ini dulu. semoga nilai pkn saya bagus dan saya menjadi warga negara Indonesia yang lebih baik lagi! hahaha. thanks!!!

    BalasHapus
  5. Salam kenal,saya bisa membantu semua proses keimigrasian seperti : kitas,kitap,Naturalisasi ( Wna menjadi Wni ) ,Bpkm,PT,dll...

    Contact : Aji_power23@yahoo.com
    Atau : wibawa.group@yahoo.com

    Terima kasih

    BalasHapus
  6. membantu bget.... mkash

    BalasHapus

  7. Hi Salam kenal Kami adalah perusahaan jasa legal dokumen ( One Stop Services ) di Indonesia yg melayani semua pengurusan perizinan perusahaan Pendirian, Perubahaan, Perpanjangan dan Perizinan Export dan Import seperti Dan Semua Legal Dokumen yg ada Seperti :

    KITAS,KITAP,MERP,IMTA,SKJ,SKLD,NATURALISASI WNA KE WNI
    URUS PENDIRIAN PT - PERSEROAN TERBATAS.
    URUS PENDIRIAN PMA.
    URUS API - U PMA.
    URUS API - P PMA.
    URUS API - U PMDN/Perusahaan Lokal.
    URUS API - P PMDN/Perusahaan Lokal.
    URUS APIP BUT PERWAKILAN.
    URUS NPIK-NOMOR PENGENAL IMPORTIR KHUSUS
    URUS NIK BEACUKAI EKSPORT IMPORT.
    URUS IT ELEKTRONIKA
    URUS IT MAINAN ANAK-ANAK
    URUS IT ALAS KAKI
    URUS IT BAJA/BESI.
    URUS IT KOSMETIK.
    URUS IT NON CAKRAM OPTIK.
    URUS IT BPO Bahan Perusak Lapisan Ozon.
    URUS NPIK ELEKTRONIKA
    URUS IT OBAT TRADISIONAL DAN HERBAL
    URUS IT PAKAIAN JADI
    URUS IT MAKANAN DAN MINUMAN
    URUS IT INTAN KASAR.
    URUS IT PRODUK TERTENTU.
    URUS IT PRODUK HEWAN.
    URUS IT PRODUK HORTIKULTURA.
    URUS IP NITROCELLULOSE (NC).
    URUS IP LIMBAH NON B3 - POTONGAN KAIN.
    URUS IP TEKSTIL
    URUS IP PREKURSOR NON PHARMASI
    URUS NPIK TPT (Tekstil)
    URUS IP LIMBAH NON B3 - POTONGAN KAIN
    URUS IP BAHAN BAKU PLASTIK.
    URUS IMPORT (API) - BARANG PERBAIKAN
    URUS IP BESI ATAU BAJA.
    URUS PERPANJANG PI HEWAN & PRODUK HEWAN
    URUS IP BAHAN BERBAHAYA (B2)
    URUS IP SODIUM TRIPOLYPHOSPHATE (STPP)
    URUS IP BPO - NON METIL BROMIDA
    URUS IP LIMBAH NON B3 - KACA
    URUS IP LIMBAH NON B3 - PLASTIK
    URUS PI CAKRAM OPTIK - KOSONG
    URUS PI NITRO CELLULOSE (NC)
    URUS PI BAHAN BERBAHAYA (B2)
    URUS NPIK MAINAN ANAK
    URUS NPIK SEPATU
    URUS ET PREKURSOR
    URUS NPIK ELEKTRONIKA
    URUS ETPIK
    URUS Usaha Waralaba (STPUW)
    Urus Buku Manual dan Kartu Gransi
    Urus Pendaftaran Keagenan/Distributor
    Izin Penyelegaran Pameran Dagang, Seminar
    URUS SIUP - SURAT IZIN USAHA PERDAGANGAN
    URUS TDP - TANDA DAFTAR PERUSAHAAN.
    URUS PKAPT
    URUS PGAPT - Pedagang GAP Terdaftar
    URUS SPPGAP
    URUS PENDIRIAN CV
    URUS PENDIRIAN UD - USAHA DAGANG
    URUS NIK EKSPORT
    URUS IZIN INDUSTRI -TDI / IUI
    URUS IZIN PRINSIP DAN PERUBAHAN
    URUS REKOMENDASI DEP. PERINDUSTRIAN
    URUS KITAS - Tenaga Kerja Asing.
    URUS VITAS
    URUS KITAP - Kartu Ijin Tinggal Tetap.
    URUS VISA KUNJUNGAN BISNIS KE INDONESIA
    URUS SIUK-BPW (Biro Perjalanan Wisata) /TRAVEL
    URUS UUG/HO (Undang - Undang Gangguan)
    URUS IUT - IZIN USAHA TETAP PMA/PMDN
    URUS SKPLBI BARANG / LABEL PRODUK IMPORTIR
    URUS ETPIK NON-PRODUSEN
    URUS MERK DAGANG
    URUS PI Barang Modal Bukan Baru
    URUS IMPORT TANPA API- BARANG PERBAIKAN
    URUS IMPORT - BARANG EKSPOR YANG DITOLAK
    URUS IZIN POSTEL
    URUS SIUK - KONVENSI DAN IMPRESARIAT
    URUS SIUJPT
    UKL/UPL BEKASI
    IZIN LINGKUNGAN
    IZIN LINGKUNGAN
    URUS TANPA API - BARANG HIBAH


    Free Konsultasi

    CONTACT US : wibawa.grup@gmail.com atau wibawa.group@yahoo.com

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
;