Jumat, 27 Juli 2012

MANAJEMEN KURIKULUM

A. Konsep Menejemen

Dalam studi menejemen terdapat berbagai pandangan yang mencoba merumuskan definisi menejemen dengan titikm tekan yang mencoba merumuskan definisi menejemen dengan titik tekan yang berbeda – beda. Salah satu rumusan oprasional yang memungukinkan dapat diajurkan, bahwa “menejemen dalah sustu proses sosial yang berkenaan dengan keseluruhan usaha manusia dengan bantuan manusia lain serta sumber – sumber lainnya, menggunakan metode yang efisien dan efektif untuk mencapai tujuan yang ditentukan sebelumnya”

Bertitik tolak dari rumusan tersebut maka ada beberapa hal yang perlu dijelaskan lebaih lanjut :

1). Menejemen merupakan suatu proses sosial yang merupakan proses kerja sama atar dua orang atau lebih secara formal

2). Menejemen dilaksanakan dengan bantuan sumber – sumber yakni :sumber manusia , sumber material, sumber biaya dan sumber informasi

3). Menejemen dilaksanakan dengan metode kerja tertentu yang efisean dan efektif dari segi tenaga, waktu, dana dan sebagainya

4). Menejemen mengecu kepencapaian tujuan tertentu , yang telah ditentukan sebelumnya

B. Konsep Kurikulum

· Pengertian Kurikulum

Kurikulum adalah rencana tertulis tentang kemempuan yang harus dimiliki berdasarkan standar nasional, materi yang perlu di pelajari dan pengalaman belajar yang harus dijalani untuk mencapai kemampuan tersebut, dan evaluasi yang perlu dilakukan untuk menentukan tingkat pencapaian kemampuan peserta didik, serta seperangkat peraturan yang berkenaan dengan pengalaman belajar peserta didik dalam mengembangkan potensi dirinya pada satuan pendidikan tertentu

Dalam sistem Pendidikan Nasional, dinyatakna bahawa kurikulum dalam seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi lahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman menyelenggarakan kegiatan balajar mengajar. Rumusan lebih spesifik yang mengandung pokok pokok pikiran, sebagai berikut :



a. Kurikulum merupakan satuam rencana atau perencanaan

b. Kurikulum merupakan pengaturan, berarti mempunyai sistematika dan struktur tertentu

c. Kurikulum mengandung cara, dan metode atau strategi penyampaian pengajaran

d. Kurikulum merupakan pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar

e. Kendati tidak tertulis namun telah tersirat di dalam kurikulum yakni kurikulum dimaksudkan untuk mencapai tujuan pendidikan

f. Kurikulum sebenarnya adalah sarana alat pendidikan

Kurikulum merupakan inti dari bidang pendidikan dan memiliki pengaruh terhadap seluruh kegiatan pendidikan. Mengingat pentingnya kurikulum dalam pendidikan dan kehidupan manusia, maka penyusunan kurikulum tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Penyusunan kurikulum membutuhkan landasan-landasan yang kuat, yang didasarkan pada hasil-hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam. Penyusunan kurikulum yang tidak didasarkan pada landasan yang kuat dapat berakibat fatal terhadap kegagalan pendidikan itu sendiri. Dengan sendirinya, akan berkibat pula terhadap kegagalan proses pengembangan manusia. Factor yang yang harus diperhatikan dalam penyusunan suatu kurikulum, ialah :

1. Tujuan pendidikan nasional perlu dijabarkan menjadi tujuan institusional, selanjutnya dirinci menjadi tujuan kurikuler yang pada gilirannya dirumuskan menjadi tujuan instruksional (umum dan khusus)yang berdasarkan perencanaan pengajaran

2. Tahap perkembangan peserta didik merupakan landasan psikologi yang mencakup psikologi perkembangan dan psikologi belajar yang mengacu pada proses pembelajaran

3. Kesesuaian dengan lingkungan menunjuk pada landasan sosiologi (kemasyarakatan) atau lingkungan sosial masyarakat di barengi oleh landasan biekologi atau kultur ekologis

4. Kebutuhan pembangunan nasional yang mencangkup pengembangan sumber daya manusia dan pembangunan sector ekonomi

5. Perkembangan ilmu pengentahuan dan teknologi serta kesesuaian merupakan landasan budaya bangsa dengan multi dimensionalnya

6. Jenis jenjang satuan pendidikan merupakan landasan organisator di bidang pendidikan. Jenis pendidikan dalah pendidikan yang dikelompokan sesuai dengan sifat dan kekhususan tujuan

· Jenis – jenis Kurikulum

Ada 4 jenis kurikulum disini antara lain :

1. The hidden curriculum (kurikulum tersembunyi)

Merupakan kurikulum yang tak tertulis (the latens curriculum), kurikulum ini muncul sebagai efek dari milieu sosial atau karena tugas sosial yang mengakibatkan pengaruh yang tidak diharapkan

2. The actual curriculum (kurikulum nyata)

Kurikulum yang ditafsirkan sebagian siswa mengalami secara aktual dan guru mengajar secara aktual

3. The public curriculum (kurikulum publik)

Yaitu kurikulum yang berdasarkan pada kebutuhan mendasar dan konkrit yang harus diperbuat dan dipelajari oleh siswa di sekolah, yang dianggap efektif dan bermakna bagi publik luas

4. A whole curriculum (kurikulum keseluruhan)

Adalah program sekolah yang menyeluruh, seimbang, dan koherensi, menyeluruh berarti semua pengalaman yang direncanakan dan dibimbing sekolah



C. Menejemen Kurikulum

1. Perencanaan Kurikulum

Perencanaan merupakan serangkaian tindakan untuk ke depan. Perencanan bertujuan untuk mencapai seperangkat operasi yamg kosisten dan terkoordinasi guna memper oleh hasil – hasil yang diinginkan. Perencanaan adalah tugas utama menejemen.perencanaan harus di susun sebelum pelaksaan fungsi – fungsi menejemen lainnya sebab menentukan kerangka untuk melaksanakan fungsi – fungsi lainnya juga

Secara mendasar, perencanaan adalah suatu prose intelektual yang melibatkan pembuatan keputusan, proses ini menuntut prediposisi mental yang berfikir sebelum bertindak, berbuat berdasarkan kenyataan bukan perkiraan, dan berbuat sesuatu secara teratur. Hal ini merupakan tindakan kognitif sesuai dengan permintaan perencanaan

a. Karakteristik Perencanaan Kurikulum

1. Fungsi perencanaan kurikulum

Pemimpin perlu menyusun perencanaan kurikulum secara cermat, teliti, menyeluruh, dan rinci, karena memiliki multi fungsi sebagai berikut:

v Perencanaan kurikulum berfungsi sebagai pedoman atau alat menejemen, yang berisikan petunjuk tentang jenis dan sumber peserta yang diperlukan, media penyampaiannya, tindakan yang perlu dilakukan ,sumber biaya dan tenaga, sarana yang diperlukan sistem control dan evaluasi, pern unsure – unsur ketenagaan untuk mencapai tujuan menejemen organisasi

v Perencanaan kurikulum berfungsi sebagai penggerak roda organisasi dan tata laksana untuk menciptakan perubahan dalam masyarakat sesuai dengan tujuan oranisasi. Perencanaan kurikulum yang matang besar sumbangannya terhadap pembuatan keputusan pemimpinan, oleh karena itu perlu memuat informasi kebijakan yang relevan, disamping seni kepemimpinan dan pengetahuan yang dimilikinya

v Perencanaan kurikulum berfungsi sebagai motivasi untuk melaksanakan sistem pendidikan sehingga mencapai hasil yang optimal

2. Model Perencanaan Kurikulum

Model – model perencanaan dalam kurikulum antara lain :

a. Model perencanaan rasional deduktif atau rasional Tyler, menitikberatkan logika dalam merancang program kurikulum dan bertitik tolak dari spesifikasi tujuan (goals and objectives) tetapi cenderung mengabaikan problematika dalam lingkungan tugas, model ini dapat diterapakan pada semua pembuatan keputusan

b. Model interaktif rasional (the rational- interactive model, memandang rasionalitas sebagai tuntutan kesepakatan antara pendapat – pendapat yang berbeda, tidak mengikuti urutan logika, perencanaan kurikulum dipandang sebagai suatu masalah “perencanaan dengan”(planning with) daripada “perencanaan bagi”(planning for). Sering kali model ini dinamankan situasional, asumsi rasionalitasnya menekankan pada respon fleksibel kurikulum yang tidak memuaskan dan insiatif pada tingkat sekolah atau tinggat lokal, hal ini mungkin merupakan refleksi suatu keyakinan ideologis masyarakat demokrasi atau pengmbangan kurikulum berbasis sekolah. Implementasi rencana merupakan fase krusial dalam pengembangan kurikulum, dimana diperlukan saling beradaptasi antara perencanaan dan pengguna kurikulum

c. “The Disciplines Model” perencanaan ini menitikberatkan pada guru – guru , mereka sendiri yang merencanakan kurikulum berdasarkan pertimbangan sistematik tentang relevansi pengetahuan filosofi, (isu- isu pengetahuan yang bermakna )

3. Sifat Perencanaan kurikulum

Suatu perencanaan kurikulum memiliki sifat – sifat sebagai berikut :

- Bersifat strategis, karena merupakan instrumen yang sangat penting untuk mencapai tujuan pendidikan nasional

- Bersifat komprehensif, yang mencakup keseluruhan aspek – aspek kehidupan masyarakat

- Bersifat intergratif, yang mengintergrasi rencana yang luas yang mencakup pengembangan dimensi kualitas dan kuantitas

- Bersifat realistik, berdasarkan kebutuhan nyata peserta didik dalam kebutuhan masyarakat

- Bersifat humanistik, menitik beratkan pada pengembangan sumber daya manusia, baik kuantitatif maupun kualitatif

- Bersifat futuralistik, mengacu jauh kedepan falam merencanakan masyarakat yang maju

- Merupakan bagian intergral yang mendukung menejemen pendidikan secara sistematik

- Perencanaan kurikulum mengacu pada pengembangna kompetensi sesuia dengan standar nasional

- Bededivikasi umtuk menlayani keragaman peserta didik

- Bersifat desentralisasi, karena dikembangkan oleh daerah sesuai dengan kondisi dan potensi daerah

4. Asas – asas Perencanaan Kurikulum

Perencanaan kurikulum disusun berdasarkan asas – asas sebagai berikut :

a. Objektifitas

Perencanaan kurikulum memiliki tujuan yang jelas dan spesifik berdasarkan tujuan pendidikan nasional, data input yang nyata sesuai dengan kebutuhan

b. Keterpaduan

Perencanaan kurikurikulum memadukan jenis dan sumber dari semua disiplin ilmu, keterpaduan sekolah dan mesyarakat keterpaduan internal, serta keterpaduan dalam proses penyampaian

c. Manfaat

Perencanaan kurikulum menyediakan dan menyajikan pengetahuan dan ketrampilan sebagai bahan masukan untuk pengambilan keputusan dan tindakan serta bermanfaat sebagai acauan strategi dalam penyelenggaraan pendidikan

d. Kesesuaian

Perencanaan kurikulum disesuaikan dengan srana peserta didik, kemampuan tenaga kependidikan, kemajuan IPTEK dan perubahan atau perkembangan masyarakat

2. Pengorganisasian

Organisasi adalah suatu kelompok sosial yang bersifat tertutup dan terbuka dari / terhadap pihak luar, yang diatur berdasarkan aturan tertentu, yang dipimpin atau diperintah oleh seorang pimpinan atau seorang staf administratif, yang dapat dilaksanakan bimbingan secara teratur dan bertujuan

Beragamnya pandangan yang mendasari pengembangan kurikulum memunculkan terjadinya keragaman dalam mengorgansiasikan kurikulum. Setidaknya terdapat enam ragam pengorganisasian kurikulum, yaitu:

1. Mata pelajaran terpisah (isolated subject); kurikulum terdiri dari sejumlah mata pelajaran yang terpisah-pisah, yang diajarkan sendiri-sendiri tanpa ada hubungan dengan mata pelajaran lainnya. Masing-masing diberikan pada waktu tertentu dan tidak mempertimbangkan minat, kebutuhan, dan kemampuan peserta didik, semua materi diberikan sama

2. Mata pelajaran berkorelasi; korelasi diadakan sebagai upaya untuk mengurangi kelemahan-kelemahan sebagai akibat pemisahan mata pelajaran. Prosedur yang ditempuh adalah menyampaikan pokok-pokok yang saling berkorelasi guna memudahkan peserta didik memahami pelajaran tertentu.

3. Bidang studi (broad field); yaitu organisasi kurikulum yang berupa pengumpulan beberapa mata pelajaran yang sejenis serta memiliki ciri-ciri yang sama dan dikorelasikan (difungsikan) dalam satu bidang pengajaran. Salah satu mata pelajaran dapat dijadikan “core subject”, dan mata pelajaran lainnya dikorelasikan dengan core tersebut.

4. Program yang berpusat pada anak (child centered), yaitu program kurikulum yang menitikberatkan pada kegiatan-kegiatan peserta didik, bukan pada mata pelajaran.

5. Inti Masalah (core program), yaitu suatu program yang berupa unit-unit masalah, dimana masalah-masalah diambil dari suatu mata pelajaran tertentu, dan mata pelajaran lainnya diberikan melalui kegiatan-kegiatan belajar dalam upaya memecahkan masalahnya. Mata pelajaran-mata pelajaran yang menjadi pisau analisisnya diberikan secara terintegrasi.

6. Ecletic Program, yaitu suatu program yang mencari keseimbangan antara organisasi kurikulum yang terpusat pada mata pelajaran dan peserta didik.

Berkenaan dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, tampaknya lebih cenderung menggunakan pengorganisasian yang bersifat eklektik, yang terbagi ke dalam lima kelompok mata pelajaran, yaitu : (1) kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia; (2) kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian; (3) kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; (4) kelompok mata pelajaran estetika; dan (5) kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan

Kelompok-kelompok mata pelajaran tersebut selanjutnya dijabarkan lagi ke dalam sejumlah mata pelajaran tertentu, yang disesuaikan dengan jenjang dan jenis sekolah. Di samping itu, untuk memenuhi kebutuhan lokal disediakan mata pelajaran muatan lokal serta untuk kepentingan penyaluran bakat dan minat peserta didik disediakan kegiatan pengembangan diri.

3. Koordinasi atau Kontrol Kurikulum

Koordinasi dapat dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya kerangkapan tugas sehingga tidak terjadi duplikasi pekerjaan. Sedangkan yang melakukan koordinasi disebut koordinator yaitu penanggung jawab dalam suatu tujuan atau dalam suatu kegiatan, kegiatan koordinasi ini dapat dilakukan dengan melalui sistem Pengontrolan yaitu proses pengecekan performance terhadap standart untuk menentukan sejauh mana tujuan telah tercapai

Kontrol budget, kotrol ini mengambarkan perencanaan, tujuan dan program dalam bentuk perangkaian / perhitungan. Rencana budget umunya mencakup semua tahap operasi dalam jangka waktu tertentu, ada beberapa pendekatan yang digunakan untuk penysunan budget ialah :

a. Budget / item centre approach organisasi menyusun budget untuk kepentingan disusun tiap awal tahun anggaran. Misalnya gaji pegawai, kentungan, perjalanan, desainprogram, biaya penyampaian, materi, perlengkapan, biaya konsultasi, dan biaya – biaya lain, kontol dilakukan oleh organissi bukan unit Departeman

b. The cost centre approach, pendekatan ini berpijak pada kebutuhan biaya secara nyata yang diperlukan oleh unit – unit oprasional untuk melakukan kegiatan dan pelayanan






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
;