Selasa, 17 Juli 2012

Ritual Padusan


Masyarakat jawa mempunyai kepercayaan asal di dalam kehidupan masyarakatnya, yaitu kepercayaan animisme dan dinamisme. Lantas, datangnya hindu, budha dan  islam mendorong terciptanya kebudayaan Jawa yang beranasir lebih kompleks. Masuknya ketiga agama tersebut kedalam masyarakat Jawa tidak serta merta menghilangkan citarasa dan bentuk pengagungan yang sebelumnya digunakan dalam kepercayaan-kepercayaan dalam masyarakat jawa  (http://kabartersiar.wordpress.com), dengan demikian, terbentuklah akulturasi antara budaya Jawa yang berkaitan dengan kepercayaan yang di anut serta agama-agama yang datang kemudian di tanah Jawa.


Ritual Padusan merupakan budaya akulturasi Jawa dan Islam yang bertujuan menyucikan diri memasuki bulan Ramadhan keesokan harinya. Padusan berasal dari kata adus dalam bahasa Jawa artinya “mandi” (http://metrotvnews.com). Mengenai sejarah awal dilakukan padusan belum diketahui secara pasti, namun logikanya adalah bahwa bulan ramadhan dianggap sebagai bulan suci yang penuh rahmat bagi umat islam diseluruh dunia. Lantas, umat islam diseluruh dunia tersebut mempunyai cara tersendiri untuk menyambutnya, begitu pula umat islam di tanah air, masing-masing suku yang beragama islam di setiap daerah, mempunyai tradisi untuk menyambutnya, termasuk pada masyarakat jawa yang menyambut ramadhan dengan membersihkan diri (mandi) sebelum menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh.
Tradisi serupa juga dapat ditemukan pula pada masyarakat yang berasal dari ranah Minang, yang dikenal dengan balimau (http://hums07.multiply.com), dan pada masyarakat Sunda dikenal dengan munggahan (http://ridu.web.id).
Bagi sebagian masyarakat Jawa, tradisi padusan menyambut datangnya bulan Puasa, dilaksanakan sehari menjelang tanggal 1 bulan Ramadan. Adat Padusan merupakan mandi besar ini, yang di lakukan oleh sebagian warga dengan mendatangi berbagai tempat yang di anggap airnya bersih.
Mandi atau membersihkan diri dengan mandi besar sebelum menjalankan Ibadah Puasa Romadhon biasanya di lakukan dengancara berombongan. Dalam aktifitas ini, warga ada yang memilih tempat mandi semisal,  di sebuah telaga, Kolam renang, laut, serta sumber mata air atau sungai sebagai tempat untuk membersihkan diri, agar di dalam menunaikan ibadah puasa sudah bersih  lahir batin.
Tentu saja tempat-tempat yang di pakai  untuk mandi atau padusan jelang Romadhon tersebut berdampak lokasi menjadi ramai, karena kedatangan rombongan wisatawan Padusan. Di Yogyakarta sendiri biasanya, sehari menjelang bulan suci Ramadhan, tradisi padusan sudah ramai di berbagai tempat, hal ini karena Padusan memiliki kekentalan sosial  di masyarakat Yogyakarta, hingga padusan  ini memiliki tradisi yang unik.
Di Sleman setidaknya ada 4 (empat) lokasi yang biasa digunakan untuk tradisi padusan secara massal, yaitu Umbul Pajangan Pendowoharjo Sleman, Sendang Klangkapan Margoluwih Seyegan, Sendang Ngepas Lor Donoharjo Ngaglik, dan Umbul Temanten Umbulharjo di Cangkringan. Sedangkan di kabupaten Bantul biasanya di laksanakan di Pantai Selatan, seperti Parangtritis.

Semoga Infonya bermanfaat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
;