Tuesday, 6 March 2012

Persaudaraan Sampai Mati Interisti-Laziale (Gamellaggio Lazio-Inter)


Sebuah Catatan Panjang Sejarah dan Kejadian Dramatis

Stadio Giuseppe Meazza, San Siro, Milano, 23 April 2011. Menjelang laga Inter vs Lazio di pekan-pekan terakhir yang krusial di Serie A musim 2011/2012. Lazio sedang bersaing keras dengan Udinese untuk mengamankan tempat di UCL dan Inter sedang berjuang keras menghidupkan asa scudetto yang hampir pasti diraih AC Milan. Ketika kedua tim memasuki lapangan, dari salah satu bagian stadion puluhan flare warna biru langit dinyalakan, disusul pekikan ribuan orang: “A Roma Ce Solo Lazio” atau “Di Kota Roma Hanya Ada Lazio”. Kita yang hanya menyaksikan lewat televisi tentu mengira itu adalah ulah suporter Lazio. Sebenarnya bukan, flare dan teriakan itu justru dilakukan dari Curva Nord Stadio GM oleh puluhan ribu Interisti yang tergabung dalam Boys SAN dan beberapa kelompok ultras Inter lainnya. Baru setelah itu dari sisi Irriducibili Lazio dinyalakan flare warna biru gelap (warna Inter) dan para Laziali meneriakkan “Forza Inter Ale”. Itu adalah ritual selamat datang dari Interisti untuk Laziali dan tanda persahabatan Laziali bagi Interisti. Ritual itu sudah berusia lebih dari satu dekade sejak kedua kelompok suporter ultras menjalin gamellaggio (twinning, persaudaraan). Di Stadio Olimpico, ritual dilakukan sebaliknya. Irriducibili Lazio menyalakan flare biru gelap disertai teriakan “Forza Inter Ale” dan dibalas oleh Interisti dengan flare biru langit dan teriakan “A Roma Ce Solo Lazio.”

Mengapa kita bersahabat dengan Lazio? Karena sama-sama menempati Curva Nord? Dan mengapa Lazio berseteru dengan AS Roma? Karena menghuni kota yang sama? Itu memang salah satu alasan tetapi latar belakang sesungguhnya adalah sebuah sejarah panjang dan kompleks, dimulai bahkan dari saat awal eksistensi kedua klub itu.

Takdir Mulai Saat Kelahiran

SS Lazio dibentuk tahun 1900 oleh para politisi dan usahawan berhaluan politik kanan dan anti-Yahudi serta berbasis pendukung kaum terpelajar dan kalangan menengah-atas Roma. Kelompok berhaluan serupa juga lah yang mendirikan Inter saat melepaskan diri dari AC Milan tahun 1908.

Saat diktator fasis Benito Mussolini berkuasa di Italia, dia memerintahkan semua klub di kota Roma di-merger menjadi AS Roma tahun 1927. Semua mematuhi, kecuali SS Lazio yang menentang dan tetap berdiri sendiri. AS Roma dikuasai oleh golongan kiri dan didukung oleh kelas buruh dan masyarakat Yahudi (kelompok serupa yang mendukung AC Milan). Di kota Milan, Mussolini melakukan hal yang sama, dan Inter melakukan penentangan yang sama sehingga sementara harus berganti nama menjadi Ambrosiana Milano. Sejarah awal ini telah menyemai ikatan antara SS Lazio dan Inter serta menempatkan AS Roma dan AC Milan pada pihak yang berseberangan. Lokasi yang sama di Curva Nord (Lazio dan Inter) dan di Curva Sud (AS Roma dan AC Milan) makin mempertajam perbedaan ini. Dan, tentu saja, faktor lokasi di Kota yang sama menjadikan persaingan Lazio-Roma menjadi semakin memanas. Lazio dan pendukungnya merasa sebagai yang pertama di Roma, sedangkan AS Roma menganggap dirinya satu-satunya klub yang menyandang nama kota.

Persaingan ini sedemikian panasnya, sehingga Derby della Capitale (SS Lazio vs AS Roma) dinobatkan sebagai derbi paling panas di Italia bahkan di Eropa, melebihi Derby della Madoninna (Inter vs Milan), Derby Manchester (MU vs Manchester City) bahkan mengungguli El Classico (Barcelona vs Madrid). Kalau Interisti dan Milanisti hanya panas di dunia maya tetapi bersahabat di dunia nyata, Laziali dan Romanisti berseteru dalam arti sebenarnya, di dunia maya maupun di dunia nyata. Hampir tak pernah terjadi Derby della Capitale tanpa kerusuhan. Tercatat beberapa nyawa melayang dan ratusan orang telah terluka karena derbi ini. Derby della Capitale adalah “neraka” sepakbola Italia.

Gamellaggio Lazio-Inter

Persaudaraan ini terjadi sepanjang sejarah. Tak pernah ada catatan insiden antara Laziali dan Interisti. Kesamaan aliran politik dan basis pendukung membuat kedua kelompok suporter ini selalu rukun. Gamellaggio secara formal terjadi saat kedua suporter bertemu dalam final UEFA Cup tahun 1998 di Paris yang dimenangkan Inter dengan 3-0. Sikap ksatria Irriducibili Lazio dan sikap simpatik Boys SAN Inter membuat kedua suporter mendapatkan penghargaan fair play dari UEFA. Dan saat itu tercapailah kesepakatan persaudaraan antara Laziali dan Interisti yang makin menguat hingga hari ini.

Inilah beberapa kejadian unik yang menunjukkan eratnya gamellagio Lazio-Inter:

Nasib Tragis Zaccheroni, 5 Mei 2002

Pada pertandingan giornata 34 musim 2001/2002 tanggal (match terakhir, karena saat itu Serie A hanya berisi 18 tim), terjadi peristiwa yang unik di Stadio Olimpico pada laga Lazio vs Inter. Saat itu Inter di ambang juara karena cukup dengan mengalahkan Lazio maka mereka akan meraih scudetto mengungguli Juventus. Maka Laziali di Stadio Olimpico, dimotori Irriducubili Lazio mendukung Inter habis-habisan dan meminta Lazio kalah, agar yang mendapatkan scudetto Inter, rival Lazio: Juventus. Sayangnya malam itu para punggawa Nerazzurri gagal meraih scudetto yang sudah di depan mata, kalah 2-4 dari Biancoceleste. Dan Juventus merebut scudetto dengan 71 poin, diikuti Roma dengan 70 poin. Inter sendiri di posisi ketiga dengan 69 poin. Akibat kejadian ini, Irriducibili Lazio mendemo manajemen Lazio dan meminta allenatore Lazio, Alberto Zaccheroni dipecat. Zaccheroni pun akhirnya mengundurkan diri. Dia dimusuhi Laziali justru karena timnya memenangkan laga. Ironis, tapi itulah jiwa Irriducibili Lazio: persahabatan dan solidaritas ditempatkan di atas sepak bola itu sendiri.

Stadio Giuseppe Meazza Tanpa Banner dan Flare, 5 Desember 2007

Pada tanggal 11 November 2007, seorang DJ terkenal di kota Roma, Gabriele Sandri, seorang pendukung ultras Lazio, menjadi korban tak berdosa dalam kerusuhan antara sekelompok suporter anarkis Juventus dan kepolisian kota Roma. Sandri tertembak di bagian belakang kepalanya oleh polisi. Kerusuhan pun meledak, menuntut keadilan. Tidak hanya karena para Laziali menyerang kantor polisi Roma, tapi juga di Milano, oleh Interisti menyerang kantor polisi Milano menunjukkan solidaritasnya. Untuk menghormati Sandri, Inter menunda pertandingan Inter vs Lazio di Stadio Giuseppe Meazza yang seharusnya digelar 14 November menjadi tanggal 5 Desember 2007. Saat pertandingan berlangsung, Boys SAN Inter memprakarsai mengheningkan cipta selama 5 menit di stadion untuk menghormati Sandri. Dan malam itu, di Curva Nord Giuseppe Meazza, tempat para Interisti, sama sekali tidak terlihat sepotong pun spanduk, banner ataupun sebuah flare pun yang mereka nyalakan. Kelompok-kelompok ultras Inter hanya membentangkan sebuah spanduk besar dengan tulisan warna biru langit berlatar belakang biru gelap bertuliskan: “Gabriele Sandri, Kau Akan Selalu Berada di Hati Kami”.

Korban Berikutnya, Jersey No 12 SS Lazio, Minggu, 2 Mei 2010

Stadio Olimpico Roma dipenuhi pendukung Lazio dan Inter yang menantikan pertandingan Serie A giornata 36 musim 2009/2010. Pertandingan ini sangat menentukan bagi kedua tim. Bagi inter, memenangi pertandingan ini akan mempermudah meraih Scudetto, dan akan mengambil alih poisisi cappolista dari AS Roma yang sementara unggul 1 poin. Bagi Lazio memenangi pertandingan ini akan lebih mengamankan diri dari kemungkinan degradasi ke Serie B, karena saat itu Lazio berada di posisi 17 dan hanya terpaut 4 poin dari zona merah.

Ritual gamellagio seperti pada pembuka tulisan ini pun dilakukan. Itu hal biasa. Yang luar biasa adalah banyak bendera Inter dan spanduk-spanduk pemberi semangat bagi Inter dikibarkan oleh Irriducibili Lazio. Yang paling mencengangkan tentu saja sebuah spanduk para Laziali yang ditujukkan kepada para pemain Lazio sendiri: "Kalau sampai menit ke 80 Lazio unggul, kami akan masuk ke lapangan!" Spanduk ini disita polisi tak lama kemudian tetapi muncul spanduk-spanduk lain yang tak kalah mengerikan: "Nando (maksudnya Fernando Muslera), biarkan bola melewatimu, dan kami akan tetap menyayangimu." "Zarate, satu gol saja kau cetak, kami paketkan kau ke Buenos Aires." Rupa-rupanya para pendukung Lazio ingin agar Inter mengalahkan timnya malam itu, untuk melicinkan jalan Inter menuju scudetto. Mereka lebih memilih risiko Lazio turun ke Serie B daripada Roma yang memperoleh scudetto.

Suasana pertandingan pun menjadi sangat aneh. Lazio sama sekali tidak memperoleh dukungan fans-nya sendiri walaupun bermain di Olimpico. Sebaliknya Inter sebagai tamu justru memperoleh dukungan luar biasa. Setiap kali pemain Inter menguasai bola, para Laziali berteriak, "Biarkan mereka lewat!" Malam itu portiere Lazio, Fernando Muslera, bermain sangat gemilang. Tak kurang dari 10 penyelamatan luar biasa dilakukannya. Tiap kali Muslera menggagalkan gol Inter, teriakan cemoohan pun berkumandang ke arahnya. Akhirnya pada injury time babak pertama, tandukan Walter Samuel mengubah skor menjadi 0-1. Stadion bergelegar dan muncul spanduk ejekan dari Laziali bertuliskan, "Oh, Noooo Roma!" dan, "Scudetto Game Over, Roma!"

Di babak kedua mental pemain Lazio (kecuali Muslera yang tetap bermain gemilang) pun runtuh. Kesalahan demi kesalahan dilakukan dan membuat Thiago Motta menggenapkan kemenangan Inter menjadi 0-2 di menit ke 70. Di akhir pertandingan, para pemain Lazio meninggalkan pertandingan dengan sedih dan marah karena merasa “dihianati” Laziali. Presiden Roma, Rosella Sensi mengecam habis-habisan ulah Laziali tersebut. Jose Mourinho hanya berkomentar pendek, "Saya belum pernah menyaksikan yang seperti ini." Asisten pelatih Lazio mengakui bahwa anak asuhnya sangat terpengaruh oleh suasana stadion dan tidak bisa menampilkan performa terbaiknya.

Inter akhirnya merebut scudetto 2009/2010 dengan keunggulan 2 poin atas AS Roma. Syukurlah, Lazio mampu memenangi 2 laga sisa, terhindar degradasi dan menempati posisi akhir klasemen di urutan ke 12. Insiden ini membuat presiden Lazio, Claudio Lotito marah besar. Tahun 2003 Lazio memutuskan untuk mengistirahatkan jersey no. 12 sebagai penghormatan pada Irriducibili Lazio sebagai "pemain ke 12". Tetapi karena kejadian ini (ditambah lagi dengan kehadiran politisi lawan Lotito di tribun Irriducibili Lazio beberapa pertandingan sebelumnya) maka jersey no. 12 ditarik kembali dari peristirahatannya dan pada musim 2010/2011 dipakai oleh portiere kedua Lazio, Tomasso Berni. Musim 2011/2012 jersey no 12 dipakai oleh difensore Marius Stankevicius. Satu bukti lagi, bahwa bagi Irriducibili Lazio, persahabatan dan solidaritas adalah yang terpenting.

Kawan dan Rival Bersama, Bagaimana di Indonesia?

Sejarah telah berbicara, dan akhirnya menempatkan AS Roma, AC Milan dan Juventus sebagai rival bersama Lazio dan Inter. Di Indonesia, gamellagio Lazio-Inter ini masih sangat kurang terasa. Tak jarang Laziali dan Interisti justru terlibat perdebatan panas di berbagai grup dan fanpage. Padahal di Italia, persaudaraan ini demikian erat di dunia maya dan di dunia nyata. Yang telah ada adalah menempatkan AS Roma, AC Milan dan Juventus sebagai rival bersama. Satu keanehan lagi di Indonesia, Milanisti dan Juventini cenderung bersahabat, sementara di Italia, mereka berdua adalah rival.

sumber : http://inter-milan-indonesia.blogspot.com/
Baca Selengkapnya...

F.C. Internazionale Milano S.p.A (Profil dan Sejarah Klub)


Football Club Internazionale Milano S.p.A atau lebih dikenal dengan nama Inter Milan atau yang mempunyai julukan il Nerazurri (si biru hitam), il Biscone (si ular besar), dan juga La Beneamata (yang tersayang) adalah sebuah klub sepak bola Italia, berseragam garis biru-hitam bermain di Seri A (divisi pertama) sejak tahun 1908. pendukung Internazionale disebut Interisti. Inter bermain di stadion Giuseppe Meazza dan berlatih di Angelo Moratti Sports Center (dikenal juga sebagai La Pinetina) sebuah fasilitas latihan berjarak 30 km di Appiano Gentile.

1.Sejarah

*Inter Milan 1908.
Klub ini didirikan pada 9 Maret 1908 mengikuti pecahnya dari Klub Kriket dan Sepak bola Milan (Milan Criket and Football Club), yang sekarang lebih dikenal dengan nama AC Milan. Sebuah kelompok terdiri dari orang-orang Italia dan Swiss (Giorgio Muggiani, seorang pelukis yang juga merancang logo klub, Bossard, Lana, Bertoloni, De Olma, Enrico Hintermann, Arturo Hintermann, Carlo Hintermann, Pietro Dell'Oro, Hugo dan Hans Rietmann, Voelkel, Maner , Wipf, dan Carlo Arduss) yang tidak terlalu suka akan dominasi orang-orang Inggris & Italia di AC Milan dan mereka memutuskan untuk memecahkan diri dari AC Milan. Nama Internazionale diambil dari keinginan pendiri-pendirinya untuk membuat satu klub yang terdiri dari banyak pemain dari negara-negara luar.
Klub ini memenangkan juaranya di tahun 1910 dan yang kedua di tahun 1920. Kapten dan Pelatih yang membawa Inter meraih Scudetto pertama adalah Virgilio Fossati , yang tewas dalam Perang Dunia I.
Di tahun 1921, Inter termasuk salah satu tim yang keluar dari FIGC dan mengikuti liga yang dibentuk oleh C.C.I (Confederazione Calcistica Italiana). C.C.I merupakan organisasi tandingan FIGC (Federazione Italiana Giuoco Calcio) yang dibentuk oleh tim-tim yang meminta rencana pengurangan anggota Serie-A. Inter berada dalam grup B dalam liga tersebut. Setelah hanya mampu mengumpulkan 11 angka, Inter berada di posisi terbawah klasemen akhir. Hanya bertahan satu musim akhirnya C.C.I bubar karena akhirnya dicapai persetujuan dengan FIGC melalui petisi yang dilayangkan oleh Direktur harian La Gazzetta dello Sport yakni Emilio Colombo dan dikenal dengan petisi Comprommeso Colombo. Tim-tim yang berlaga di liga C.C.I pun bergabung kembali dalam FIGC, yang mengakibatkan format dan kompetisi disusun ulang dengan menggabungkan tim-tim yang berlaga di liga C.C.I dan Serie-A FIGC sesuai dengan poin-poin kesepakatan dalam petisi tersebut. Karena Inter berada di posisi terbawah sehingga Inter harus mengikuti fase Spareggi (Babak kualifikasi pen-degradasi-an), dan Inter berhasil lolos kembali bermain di kompetisi Serie A setelah mengalahkan SC Italia-Milan 2-0 kemudian Libertas Firenze dengan agregat 4-1 (3-0 & 1-1) di kualifikasi Spareggi tersebut.
Selama waktu perang, Inter juga sempat berganti nama menjadi Ambrosiana SS Milano selama era fasisme di Italia setelah bergabung dengan Milanese Unione Sportiva pada tahun 1928. Bahkan setahun kemudian presiden klub terpilih Oreste Simonotti mematenkan nama Inter menjadi AS Ambrosiana di tahun 1929, untuk menyesuaikan diri dengan kepemimpinan Benito Mussolini, dan pada akhirnya pada tahun 1931, presiden baru Inter Ferdinando Pozzani mengubahnya lagi menjadi AS Ambrosiana-Inter. Walaupun demikian, Inter masih tetap bisa memenangkan trofi ketiga mereka di tahun 1930. Mengikuti itu, trofi keempat dimenangkan di tahun 1938. Inter pertama kali memenangkan Copa Italia (Piala Italia) di tahun 1940 dipimpin oleh Giuseppe Meazza, dan di tahun yang sama mereka memenangkan trofi kelima mereka, meskipun Meazza mengalami cedera. Sejak tahun 1942 sampai sekarang, nama Ambrosiana-Inter tidak pernah dipakai lagi dan mereka memakai nama asli mereka, Internazionale Milano.




*Inter Milan 1964/65.
Setelah masa perang, Inter memenangi gelar Seri A lagi pada tahun 1953 dan yang ketujuh di tahun 1954. Setelah memenangi beberapa trofi ini, Inter memasuki masa keemasan mereka yang disebut La Grande Inter. Selama masa keemasan mereka, dibawah asuhan Pelatih Helenio Herrera, Inter memenangkan tiga trofi di tahun 1963, 1965, dan 1966. Pada waktu ini, Inter juga terkenal dengan kemenangan Piala Eropa dua kali berturut-turut. Di tahun 1963, Inter memenangkan trofi Piala Eropa mereka setelah mengalahkan klub terkenal Real Madrid. Musim selanjutnya, bermain di kandang mereka sendiri, Inter memenangkan trofi Piala Eropa untuk kedua kalinya setelah mengalahkan klub dari Portugal, Benfica.
Setelah masa keemasan di tahun 1960, Inter berhasil untuk memenangkan gelar mereka kesebelas kalinya di tahun 1971 dan kedua belas kalinya di tahun 1980. Pada tahun 1970 dan 1980, Inter juga memenangi dua trofi Piala Italia di tahun 1978 dan 1982. Inter berhasil meraih gelar scudetto mereka yang ke tigabelas kali pada tahun 1989 dan membutuhkan waktu yang sangat panjang hingga 17 tahun hingga mereka dapat memenanginya lagi pada tahun 2006, tetapi melalui cara yang lain dari biasa atau yang mereka sebut dengan "Scudetto of Honesty" (juara dari kejujuran), karena mereka tidak terbukti bersalah dalam skandal "calciopoli" yang ikut menyeret beberapa klub besar Italia yang terbukti bersalah dan mendapat penalti pengurangan poin juga pencopotan gelar bagi juara sebelumnya. Baru pada tahun selanjutnya atau 2007 Inter berhasil menjadi juara bertahan, sekaligus menorehkan rekor dengan 17 kemenangan beruntun di kompetisi lokal.
Skuat Final Liga Champions 2010

 Júlio César
Maicon
Lúcio
Samuel
Chivu
Cambiasso
Zanetti
Eto'o
Sneijder
Pandev
Milito
Cadangan: Stanković (68' → Chivu), Muntari (79' → Pandev), Materazzi(92' → Milito), Toldo, Cordoba, Balotelli, Mariga
Pelatih:

Inter kembali menjadi juara bertahan pada tahun 2008,2009 dan 2010. Gelar ini membuat Inter dengan 18 kali juara di peringkat kedua dalam jumlah gelar kompetisi Seri A, di bawah Juventus dengan 27 kali dan mengalahkan rival sekota mereka AC Milan dengan 17 kali. Biarpun begitu Inter adalah satu-satunya tim Seri A yang belum pernah terdegradasi terhitung dari sejak Seri A bergulir, karena itu di dalam lagu kebangsaan nya yang berjudul C'e solo l'Inter (hanya ada Inter satu-satunya) disebutkan bahwa Inter mempunyai gen Seri A dan tidak mengenal Seri lainnya.
Pada musim 2009/2010 Inter menyamai rekor Juventus dan Torino dengan memenangi gelar Juara Seri A selama 5 Musim secara beruntun.
Internazionale juga memenangi Piala UEFA mereka tiga kali. Pertama di musim 1990/1991 melawan AS Roma/ Di musim 1993/1994, Inter meraih gelar Piala UEFA dengan mengalahkan klub Austria Casino Salzburg. Di kemenangan Piala UEFA mereka untuk ketiga kalinya, Inter mengalahkan SS Lazio di Parc des Princes, Paris.
Inter baru memenangi lagi Piala/Liga Champion untuk yang ketiga kalinya pada musim 2009/2010 dengan mengalahkan klub asal Jerman, Bayern Munich di Final, setelah sebelumnya pada Babak semi Final Internazionale secara mengejutkan mengalahkan Klub asal Spanyol, FC Barcelona.yang saat itu sangat di unggulkan karena pada Musim kompetisi 2008/2009 meraih 6 gelar disemua ajang.
Inter kini juga menjadi tim asal Italia pertama yang meraih treble winner setelah memenangi semua kompetisi yang dijalani inter pada musim 2009/2010 diantaranya Scudetto Liga Italia, Piala Italia, dan Liga Champions.

2.Warna dan Lambang
Lambang klub adalah huruf FCIM di dalam sebuah lingkaran, yang didesain pada tahun 1908, pelukis yang mendesain logo klub yang bertahan hingga sekarang ini adalah Giorgio Muggiani yang juga merupakan salah seorang yang menggagas terbentuknya Inter.
Inter identik dengan warna hitam biru. Warna hitam mewakili gelapnya malam dan biru mengambarkan langit. Sempat terjadi perubahan saat Inter digabungkan dengan Unione Sportiva Milanese di tahun 1928, yaitu kostum mereka berganti putih dengan tanda palang merah di bagian dada, namun setelah Perang Dunia II usai, Inter kembali ke warna awal mereka.

3.Presiden KlubBerikut adalah daftar nama presiden Klub Inter dari awal terbentuk sampai sekarang: 
Giovanni Paramithiotti 1908–1909,
Ettore Strauss 1909–1910,
Carlo de Medici 1910–1912,
Emilio Hirzel 1912–1914,
Luigi Ansbacher 1914,
Giuseppe Visconti di Modrone 1914–1919,
Giorgio Hulss 1919–1920,

Francesco Mauro 1920–1923,
Enrico Olivetti 1923–1926,
Senatore Borletti 1926–1929,
Ernesto Torrusio 1929–1930,
Oreste Simonotti 1930–1932,
Ferdinando Pozzani 1932–1942,
Carlo Masseroni 1942–1955,

Angelo Moratti 1955–1968,
Ivanoe Fraizzoli 1968–1984,
Ernesto Pellegrini 1984–1995,
Massimo Moratti 1995–2004,
Giacinto Facchetti 2004–2006,
Massimo Moratti 2006–sekarang...

4.Stadion
Stadion tim saat ini adalah Stadion Giuseppe Meazza yang terletak di distrik San Siro di kota Milan, berkapasitas 85.000 orang. Stadion yang juga dikenal dengan nama San Siro ini memiliki nama asli Nuovo stadio Calcistico San Siro yang dibangun mulai tanggal 1 Agustus 1925 hingga 15 September 1926 oleh Piero Pirelli yang saat itu menjabat sebagai Presiden AC Milan dengan dana sekitar 5 juta lira. Stadion ini dibuka secara resmi pada tanggal 19 september 1926 dengan Pertandingan Derby antara AC.Milan melawan Inter Milan, yang dimana laga itu dimenangkan oleh Inter Milan dengan skor 6 - 3.
Stadion ini digunakan bersama dengan AC Milan, klub besar lain di Milan. Suporter AC Milan menggunakan "San Siro" untuk menyebut stadion itu, pada awalnya Stadion ini adalah Stadion kandang bagi AC Milan, hingga pada tahun 1935 AC Milan menjual stadion tersebut pada pemerintah kota Milan. Inter Milan kemudian menyewa Stadion ini dari Pemerintah kota Milan pada tahun 1947, sejak saat itu stadion ini digunakan sebagai kandang bagi Inter Milan dan AC Milan. Jauh sebelum menggunakan Stadion Giuseppe Meazza, Inter selalu menggunakan Stadion Arena.
nama Giuseppe Meazza dipilih sebagai nama Stadion pada tahun 1980 untuk menghormati pemain sepak bola legendaris yang membawa Italia menjuarai Piala Dunia 1934 dan 1938, sekaligus mantan pemain Inter dan Milan.
Saat ini Giuseppe Meazza dinilai oleh UEFA termasuk dalam 23 stadion di Eropa yg memiliki rating bintang 5.


5.Rekor
Inter menjadi satu-satunya klub di Seri A yang tidak pernah turun ke Seri B, karena klub Juventus harus turun ke Seri B pada musim 2006/2007 terkait dengan kasus Calciopoli atau pengaturan skor pertandingan. Dan Pelaku Utamanya adalah Luciano Moggi yang telah dengan Licik menyuap Direktur utama Juventus dan para Wasit agar terlibat skandal dengan pihak yang telah diatur sebelumnya. Skandal ini di italia disebut calciopoli. Pada Musim 2009/2010, Inter Milan menjadi satu-satunya tim di Italia yang mendapat Treble Winner, setelah memenangi tiga gelar sekaligus, yaitu: Seri-A, Coppa Italia dan Liga Champions disusul Quintuple,,dengan memenangi lagi Piala super italia dan Piala dunia antarklub FIFA pada 2010.

6.Pemain terkenal
Pemain-pemain terkenal yang pernah memperkuat Inter Milan antara lain:
*Giuseppe Meazza
*Giacinto Facchetti
  • Adriano Leite Ribeiro
  • Alessandro Altobelli
  • Alvaro Recoba
  • Andreas Brehme
  • Angelo Domenghini
  • Angelo Peruzzi
  • Annibale Frossi
  • Aristide Guarneri
  • Armando Picchi
  • Benito Lorenzi
  • Christian Vieri
  • Clarence Seedorf
  • Corrado Aebi
  • Cristian Chivu
  • Davide Santon
  • Douglas Maicon
  • Dejan Stanković
  • Dennis Bergkamp
  • Diego Milito
  • Emre Belözoğlu
  • Esteban Cambiasso
  • Evaristo Beccalossi
  • Faas Wilkes
  • Fabio Cannavaro
  • Francesco Toldo
  • Gabriel Batistuta
  • Giacinto Facchetti
  • Gianfranco Bedin
  • Gino Armano
  • Giorgio Ghezzi
  • Giorgos Karagounis
  • Giovanni Ferrari
  • Giuseppe Baresi
  • Giuseppe Bergomi
  • Giuseppe Meazza
  • Goran Pandev
  • Graziano Bini
  • Hernan Crespo
  • Herbert Prohaska
  • Iván Córdoba
  • Ivano Bordon
  • Ivan Zamorano
  • Javier Zanetti
  • Juan Sebastian Veron
  • Juergen Klinsmann
  • Júlio César
  • Julio Cruz
  • Karl Heinz Rummenigge
  • Kily Gonzales
  • Laurent Blanc
  • Lorenzo Buffon
  • Lothar Matthäus
  • Lúcio
  • Luigi Cevenini
  • Luís Figo
  • Luis Jimenez
  • Luis Suarez
  • Marco Materazzi
  • Marco Tardelli
  • Mario Balotelli
  • Matthias Sammer
  • Nacka Skoglund
  • Nicola Berti
  • Obafemi Martins
  • Patrick Vieira
  • Paul Ince
  • Pino Fossati
  • Ramon Diaz
  • Ricardo Quaresma
  • Roberto Baggio
  • Roberto Boninsegna
  • Roberto Carlos
  • Ronaldo
  • Samuel Eto'o
  • Sandro Mazzola
  • Stefano Nyers
  • Sukri Haras
  • Tarcisio Burgnich
  • Thiago Motta
  • Virgilio Fossati
  • Walter Zenga
  • Wesley Sneijder
  • Walter Samuel
  • Youri Djorkaeff
  • Zlatan Ibrahimovic

7.Skuad
Berikut merupakan skuad Internazionale pada musim 2010 – 2011:
1 GK Júlio César,
2 DF Iván Córdoba (wakil kapten) ,
4 DF Javier Zanetti (kapten) ,
5 MF Dejan Stanković,
6 DF Lúcio ,
7 FW Giampaolo Pazzini ,
8 MF Thiago Motta ,
9 FW Samuel Eto'o,
10 MF Wesley Sneijder,

12 GK Luca Castellazzi,
13 DF Maicon,
14 MF Houssine Kharja (dipinjam dari Genoa),
15 DF Andrea Ranocchia,
17 MF McDonald Mariga,
18 FW David Suazo,
19 MF Esteban Cambiasso,
20 MF Joel Obi,
21 GK Paolo Orlandoni,
22 FW Diego Milito,
23 DF Marco Materazzi,
25 DF Walter Samuel,
26 DF Cristian Chivu,
27 FW Goran Pandev,
29 MF Philippe Coutinho,
55 DF Yuto Nagatomo (dipinjam dari Cesena),
57 DF Felice Natalino
MF Luc Castaignos


8.Gelar
  • Seri A(18) 1909/10, 1919/20, 1929/30, 1937/38, 1939/40, 1952/53, 1953/54, 1962/63, 1964/65 1965/66, 1970/71, 1979/80, 1988/89, 2005/06[6], 2006/07, 2007/08, 2008/09, 2009/10
  • Copa Italia(6) 1938/39, 1977/78, 1981/82, 2004/05, 2005/06, 2009/10
  • Piala Super Italia(5) 1989 2005 2006 2008 2010
  • Piala/Liga Champions(3) 1963-64 1964-65 2009-10
  • Piala UEFA/Liga Europa(3) 1990/91 1993/94 1997/98
  • Piala Interkontinental / Piala Dunia Antarklub FIFA (3) 1964 1965 2010 [7]
  • TIM Trophy (6) 2002 2003 2004 2005 2007 2010
  • Copa Presidente De La Republica (1) 1982
  • Copa Santiago Bernabeu (2) 1993 2001
  • Copa Franz Beckenbauer (1) 2008
  • Coppa Dell'Amicizia Italo-Francese (1) 1959
  • Coppa Sky (Pisa)(1) 2004
  • Coppa Sky (1) 2009
  • Coppa Sud Tirol (2) 2003 2005
  • Memorial Giorgio Ghezzi (1) 1992
  • Memorial Luigi Campedelli (1) 1993
  • Mohamed V Trophy (1) 1962
  • Ahmed Dahlan Trophy (5) 1939 1940 1941 1942 1943
  • Pirelli Cup (11) 1996 1997 2000 2001 2002 2003 2006 2007 2008 2009 2010
  • Torneo Natale Milano (1) 1934
  • Torneo Milano (1) 1993
  • Trofeo Valle D'Aosta (1) 1998
  • Trofeo Birra Moretti (3) 2001 2002 2007
  • Trofeo Ciudad De Vigo (1) 1996
  • Trofeo Ciudad de Palma (1) 2006
  • Trofeo Vincenzo Spagnolo (1) 1998
  • Triangolare Bolzano (1) 2005
Final
  • Piala/Liga Champions 2 1966/67, 1971/72
  • Piala UEFA 1 1996/97
  • Piala Eropa Tengah (Central Europe Cup) atau (Piala Mitropa) 1 1933
(Dahulu Piala Mitropa mempunyai kedudukan yang sama dengan Piala/Liga Champions pada masa sekarang)
  • Piala Italia 5 1958/59 1964/65 1976/77 1999/00 2006/07

9. Penghargaan Individual
FIFA World Player of the Year
Pemain yang memperoleh penghargaan FIFA World Player of the Year ketika bermain untuk FC Internazionale Milano:
  • 2002 – Ronaldo
  • 1997 – Ronaldo
  • 1991 – Lothar Matthäus
Ballon d'Or/European Footballer of the Year
Pemain yang memperoleh penghargaan Ballon d'Or ketika bermain untuk FC Internazionale Milano:
  • 1997 – Ronaldo
  • 1990 – Lothar Matthäus
World Soccer Player of the Year
Pemain yang memperoleh penghargaan the World Player of the Year ketika bermain untuk Internazionale Milano:
  • 2002 – Ronaldo
  • 1997 – Ronaldo
  • 1990 – Lothar Matthäus
FIFA Club World Cup Golden Ball
  • 2010 Samuel Eto'o
UEFA Club Footballer of the Year
Pemain yang memperoleh penghargaan the UEFA Club Footballer of the Year ketika bermain untuk Internazionale:
  • 1997–98 – Ronaldo
  • 2009–10 – Diego Milito
Bravo Award
  • 1998 – Ronaldo
Italian Footballer of the Year
  • Guerin d'Oro
  • 1987 Walter Zenga
  • 1989 Andreas Brehme
  • 1997 Gianluca Pagliuca
  • 2002 Christian Vieri
  • Oscar del Calcio
  • 1998 Ronaldo
  • 1999 Christian Vieri
  • 2008 Zlatan Ibrahimović
  • 2009 Zlatan Ibrahimović
  • 2010 Diego Milito
African Footballer of the Year
  • 1996 Nwankwo Kanu
  • 2010 Samuel Eto'o
FIFA Ballon d'Or Kategori Pelatih Terbaik
  • 2010 José Mourinho
Panchina D'Oro
Pelatih yang mendapat gelar pelatih terbaik Serie A ketika melatih Inter Milan:
  • Luigi Simoni 1997-1998
  • Roberto Mancini 2007-2008
  • José Mourinho 2010-2011

10. Pencetak Gol Terbanyak di Kompetisi
  • Pencetak gol terbanyak di Piala Dunia
    • 2002 Ronaldo (8 Gol)
    • 2010 Wesley Sneijder (5 Gol)[9]
  • Pencetak gol terbanyak di Piala/Liga Champions
  • 1964 Sandro Mazzola (7 Gol)
  • Pencetak gol terbanyak di Piala UEFA/Liga Europa
    • 1994 Dennis Bergkamp (8 Gol)
    • 1997 Maurizio Ganz (8 Gol)
  • Pencetak gol terbanyak di Piala Piala Winners UEFA
    • 1979 Alessandro Altobelli (7 Gol)
  • Pencetak gol terbanyak di Italia/Seri A
    • 1927 Anton Powolny (22 Gol)
    • 1930 Giuseppe Meazza (31 Gol)
    • 1936 Giuseppe Meazza (25 Gol)
    • 1938 Giuseppe Meazza (20 Gol)
    • 1949 István Nyers (26 Gol)
    • 1959 Antonio Angelillo (33 Gol)
    • 1965 Sandro Mazzola (17 Gol)
    • 1971 Roberto Boninsegna (24 Gol)
    • 1972 Roberto Boninsegna (22 Gol)
    • 1989 Aldo Serena (22 Gol)
    • 2003 Christian Vieri (24 Gol)
    • 2009 Zlatan Ibrahimović (25 Gol)


11.Pemasok Kostum dan Sponsor
    Pemasok Kostum
  • dari tahun 1978-1979 dan 1980-1981:Puma
  • dari tahun 1981-1983 dan 1985-1986:MacSport
  • dari tahun 1986-1987 dan 1987-1988:Le Coq Sportif
  • dari tahun 1988-1989 dan 1990-1991:UhlSport
  • dari tahun 1991-1992 dan 1997-1998:Umbro
  • dari tahun 1998 hingga sekarang : Nike
     Pemasok Sponsor
  • 1981-1982:Inno Hit
  • 1982-1991:Misura
  • 1991-1992:FitGar
  • 1992-1995:Fiorucci
  • 1995-Sekarang:Pirelli

12. Rivalitas & Head To Head

Di Italia
  • AC Milan
  • FC Juventus
  • AS Roma
  • Atalanta
  • Napoli
Rivalitas di Eropa
  • Real Madrid
  • FC Barcelona
  • FC Bayern München
  • Manchester United
  • Valencia
  • Chelsea




13. Nomor yang dipensiunkan / diabadikan
3 - Giacinto Facchetti ( Bek kiri) (1960–1978)




Sumber : www.inter.it
http://networkedblogs.com/jG4Ar
Baca Selengkapnya...

Sejarah Ultras INTER


Curva Nord 69 menjadi salah satu kelompok suporter yg paling disegani di Italia. Bukan hanya dr tindakan anarkis mereka dilapangan,tp jg dr sisi positif. Sudah 40 tahun sejak 1969 mereka mengabdikan dirinya guna menyemangati setiap INTER bertanding. Jelas dengan usia setua itu,pengaruh mereka pun cukup kental. Bahkan,mantan kapten AC Milan,Paolo Maldini pun sempat mengakui loyalitas pendukung setia rivalnya itu. “Selama ini mereka memang kerap membuat kami khawatir di lapangan, namun saya mengakui loyalitas mereka,” kata dia.


Curva Nord 69 bukan hanya didominasi satu kelompok tifosi aja. INTER memiliki beberapa kelompok Ultras yg selalu setia mendampinginya disetiap laga. Salah satunya Boys S.A.N (Squadre d'Azione Nerazzurre), ada juga Ultras Inter, Viking Inter, Brianza Alcoolica, Irriducibili n beberapa kelompok minor lain. Mereka inilah yg selalu menyemangati I Nerazzurri.


LA Curva Nord 69 Milano


1. Boys S.A.N (Squadre d'Azione Nerazzurre)

Kelompok tertua d'Curva Nord 69

Berdiri pd 1969,hanya selang stahun stelah Fossa dei Leoni prtama kali muncul. Boys d'ambil dr nama anak nakal d'sebuah komik bernama serupa. D'Era 80-an Boys S.A.N kian d'takuti sbagE kelompok yg kerap membuat ulah. Namun,sejak awal 90-an Boys S.A.N meminimalisir aksi anarkis n lBH fokus mengekspresikan fanatisme melalui berbagE koreografi d'stadion.

Sekadar info,Boys S.A.N terbentuk meneruskan ide pelatih INTER ketika itu Helenio Herrera yg menginginkan trbentuknya sbuah kelompok suporter yg terorganisir dengan rapi.



2. Ultras Inter (Forever Ultras)

D'Curva Nord,Ultras menjadi yg tertua keDua stelah Boys S.A.N. MerEka berdiri sejak 1975 dgn nama "Forever Ultras" sbelum d'ganti pd 1995. Pelopornya adalah dua pemuda bernama Luciano n Curzio,yg pertama kali memunculkan spanduk bertuliskan Forever Ultras d'Curva Nord,tepat berdampingan dengan Boys S.A.N. Sejak 1997, Ivan Renato menjadi sutradara Ultras setelah meneruskan era kepemimpinan sebelumnya.



3. Viking Inter

Kelompok ketiga d'Curva Nord ini terbentuk pd 1984. Viking jg d'kenal sbagE salah satu pendukung beraliran sayap kanan paling loyal d'Italia. Sayank,mereka kerap bersikap rasis. Kebetulan,Viking memang berhubungan sangat dekat dgn Blood n Honour Varese (kelompok suporter yg menolak anti rasisme d'sepak bola). Viking pun menjd sangat menonjol d'Curva Nord dgn indentitas bendera paling besar d'antara suporter Ultras INTER lainnya.



4. Brianza Alcoolica

Brianza Alcoolica (semangat Brianza) memang baru resmi didirikan pd November 1985. Namun,berbagai spanduk bertuliskan nama kelompok mereka sudah muncul beberapa tahun sebelumnya di Madrid,Spanyol. Dipelopori oleh beberapa org yg merasa tdk cocok dgn sgala kekerasan Curva Nord, Brianza Alcoolica memisahkan diri dengan idealisme mereka untuk menciptakan hiburan di stadion. Mungkin krn itu pula Brianza Alcoolica menjadi kelompok dgn jumlah suporter paling sedikit diantara lima lainnya.



5. Irridubicili

IRRIDUCIBILI INTER & LAZIO
Irridubicili menjadi kelompok paling kontroversial di antara Ultras INTER lainnya. Berdiri sejak 1988,kelompok ini juga dikenal dgn nama "Skins" ini langsung membuat kericuhan dgn menyerang setiap pendukung lawan yg datang ke Giuseppe Meazza. Ciri khas Irridubicili adalah maskot seekor anjing hitam sebagai lambang kejahatan atau keonaran bernama Muttley. Dengan slogan "Non basta essere Bravi bisogna essere I migliori" yg berarti (Untuk menjadi yg terbaik,tidak cukup dgn bersikap baik),jadi,tidak heran jika Irridubicili kerap berbuat onar di stadion. Bahkan mereka dengan terang-terangan mengaku setiap mendukung INTER,tak akan pernah lepas dari minuman beralkohol.



6. Milano Nerazzurra

Kelompok ini memang lbh kecil dibanding Boys SAN atau lainnya. Namun,mereka justru mampu tampil dgn warna-warna mencolok melalui koreografinya d'sisi kiri Curva Nord. Milano Nerazzurra jg mendapat julukan "Potere Nerazzurro" ato Si Hitam Biru yg Kuat. Sejak berdiri sekitar akhir 80-an,Milano Nerazzurri memang telah menyatakan ktidakcocokannya dgn saudara tua mereka Boys SAN. Tak heran jika letak kedua kelompok ini berjauhan,yg satu di sisi kiri n yg satunya di sisi kanan.



7. Boy sez roma

Meski Boy Sez Roma lahir dr sekelompok laki-laki yg berasal dr Kota Roma,mereka justru merupakan pendukung fanatik INTER. Sejak awal berdiri pd 1979 lalu,kelompok ini memang membatasi anggotanya di usia 18-30 tahun dan tentunya dgn satu tujuan mendukung INTER. Boy Sez Roma mengambil posisi d'sisi kanan Curva Nord dan berhubungan sangat dekat dengan Boys S.A.N. 
sumber: abner1908.blogspot.com
Baca Selengkapnya...

Friday, 2 March 2012

Javier Zanetti, Seorang Kapten, Ayah & Fenomena Sepakbola




Milan - Rekor 800 penampilan untuk sebuah klub tak mudah dicapai seorang pesepakbola. Jika ada yang sudah mencapai itu, maka pantaslah ia disebut Legenda Hidup klub tersebut. Salah satunya Javier Aldemar Zanetti.

Terhitung sejak kedatangannya dari Banfield pada tahun 1995, Zanetti sudah mengumpulkan penampilan sebanyak itu bagi Inter di berbagai kompetisi. Ia melebihi pencapaian dua legenda lainnya, Giuseppe Bergomi dan juga Giacinto Facchetti.

Tentunya ini adalah pencapaian yang luar biasa bagi Zanetti yang merupakan pemain asing di Inter dan dia membuktikan jika faktor umur bukanlah penghalang bagi seorang pemain untuk tetap bermain di level top.

Di umurnya yang sudah menginjak 38 tahun, Zanetti masih jadi pilihan utama. Stamina dan determinasinya menunjukkan sepertinya Zanetti masih berusia 10 tahun lebih muda.

Dengan ban kapten yang masih melingkar di lengannya hingga sekarang dan segala prestasi yang telah diberikannya, termasuk tiga gelar di musim 2010, tak pelak Zanetti kini sudah sahih disebut Legenda Hidup Nerazzurri.

Berbagai pelatih yang telah menangani Zanetti dan mereka punya kesan manis mengenai pesepakbola asal Argentina itu.

Roy Hodgson (1995-1997, 1999)

Saya senang berkesempatan untuk memberi selamat kepada Javier atas rekornya itu, melampaui penampilanya Beppe Bergomi di Inter. Dan saya beruntung bisa bekerja sama dengan dua legenda Nerazzurri itu.

Luigi Simoni (1997-1998)

Hari ini kami merayakan bersamamu rekor yang telah kau pecahkan di Inter lebih dari pemain lain. Dan saya bisa katan jujur bagi saya kamu adalah fenomena sebenarnya di dunia sepakbola.

Kapten di dalam dan luar lapangan. Kamu masih muda namun kamu mengikuti contoh yang benar; Kamu masih muda namun kamu adalah orang bersahaja dan tak pernah menyerah serta selalu mau belajar. Lalu kamu menjadi pesepakbola yang lebih baik; Menjadi seorang pria, suami, ayah; menjadi simbol tim - dan bukan hanya tim saja.

Hector Cuper (2001-2003)

Javier Zanetti adalah salah satu pesepakbola profesional yang pernah saya latih. Dia sangat berdedikasi, jujur, pekerja keras dan seorang yang bertanggung jawab. Profesional dalam melayani tim dan saya tidak berbicara mengenai dia sebagai pemain namun sebagai seorang profesional dalam sebuah grup.

Roberto Mancini (2004-2008)

Saya berkesempatan untuk menghadap Pupi sebagai pemain dan dia sangat membuat saya terkesan, walaupun masih muda dan seorang pemain asing, dia bermain dengan intesitas dan kualitas.

Lalu saya sangat beruntung bisa melatihnya di Inter dan tanpa ragu saya katakan setiap pelatih di dunia pasti sangat ingin mempunyai pemain seperti dia, karena profesionalismenya dan kualitas yang dia tunjukkan di lapangan dan karena ia bisa bermain di setiap posisi kecuali kiper.

Jose Mourinho (2008-2010)

Bagiku Zanetti mewakili sebuah kebahagiaan dalam hidup, kebahagiaan menjadikan sepakbola sebagai pekerjaan dalam hidupku. Dia awalah senyuman, semangat hidup, semangat berlatih, pembangkit semangat untuk semua orang yang bekerja dengannya.

Bagiku Javier Zanetti adalah segalanya dan dia akan jadi teman sepanjang hidupku.

Dari itu semua dan jalan panjangnya sebagai pesepakbola. Tapi menjadi pelatihnya selama dua musim yang luar biasa dalam kariernya, ini bukan tempatku untuk berbicara tentang seorang pria yang telah menulis jalan hidupnya sendiri yang begitu luar biasa. Aku hanya ingin mengatakan terima kasih untuk segalanya, terima kasih karena kau telah memberiku sedikit ruang dalam ceritamu.

Momen yang paling membahagiakan adalah saat kita berpelukan di tengah Santiago Bernabeu. Itu tidak akan jadi yang terakhir namun itu adalah yang paling berkesan selama dua tahun kebersamaan kita.

Mungkin suatu hari bakal ada yang memecahkan rekor Zanetti, namun hanya ada satu Zanetti.

Leonardo (2010-2011)

Well done, Pupi! Kapten telah membuat rekor baru lagi, yang membuat itu seperti terlihat biasa saja. Bagi orang lain itu akan jadi sesuatu yang luar biasa. Tapi dalam hal ini, ini jadi konsekuensi normal dari karier yang telah dia bangun dengan kerja keras.

Bagaimana kau bisa membicarakan seorang kapten tanpa menyalutinya? Dan sekali lagi angka-angka ini tidak bisa menjelaskan apa yang telah dia persembahkan untuk Inter dan dunia sepakbola.

sumber : http://inter-milan-indonesia.blogspot.com/
Baca Selengkapnya...

TRANSFER TERMAHAL INTER

10 TRANSFER MASUK TERMAHAL INTER

1. Christian Vieri - season 99/00 - from Lazio - fee 45.000.000 €

2. Hernán Crespo - season 02/03 - from Lazio - fee 36.000.000 €


3. Ronaldo - season 97/98 - from Barcelona - fee 28.000.000 €

4. Francesco Toldo - season 01/02 - from Fiorentina - fee 26.500.000 €

5. Diego Milito - season 09/10 - from Genoa - fee 25.000.000 €

6. Zlatan Ibrahimovic - season 06/07 - from Juventus - fee 24.800.000 €

7. Ricardo Quaresma - season 08/09 - from Porto - fee 24.600.000 €

8. Clarence Seedorf - season 00/01 - from Real Madrid - fee 24.500.000 €

9. Fabio Cannavaro - season 02/03 - from Parma - fee 23.000.000 €

10. Francesco Coco - season 02/03 - from AC Milan - fee 22.500.000 €

 

10 TRANSFER KELUAR TERMAHAL INTER

1. Zlatan Ibrahimovic - season 09/10 - to Barcelona - fee 69.500.000 €

2. Ronaldo - season 02/03 - to Real Madrid - fee 45.000.000 €

3. Mario Balotelli - season 10/11 - to Manchester City - fee 29.500.000 €

4. Samuel Eto'o - season 11/12 - to Anzhi Makhachkala - fee 27.000.000 €

5. Hernán Crespo - season 03/04 - to Chelsea - fee 26.000.000 €

6. Clarence Seedorf - season 02/03 - to AC Milan - fee 22.500.000 €

7. Sébastien Frey - season 03/04 - to Parma - fee 21.000.000 €

8. Andrea Pirlo - season 01/02 - to AC Milan - fee 18.000.000 €

9. Robbie Keane - season 01/02 - to Leeds United - fee 18.000.000 €

10. Angelo Peruzzi - season 00/01 - to Lazio - fee 17.900.000 €

 sumber : http://inter-milan-indonesia.blogspot.com/

Baca Selengkapnya...

Profil Massimo Moratti


Massimo Moratti lahir 16 Mei 1944 adalah seorang taipan minyak Italia. Moratti adalah putra keempat Angelo Moratti, pemilik dan presiden Inter pada masa keemasannya dari tahun 1955 hingga 1968.Dia adalah pemilik dan Presiden klub sepakbola Football Club Internazionale Milano dan Chief Executive Officer (CEO) Saras SpA

Kehidupan dan karir
Moratti adalah putra keempat Angelo Moratti, yang merupakan pemilik dan Presiden Klub Sepakbola Internazionale Milano selama "Golden Age" era 1955-1968. Saudaranya istri Letizia adalah Walikota Milan 2006-2011. Lahir di Chiesanuova Bosco, dekat ke Verona, dia adalah lulusan dari Libera Università degli Studi Internazionale Guido Carli Sociali.
Pada saat ayahnya wafat, dia mewarisi saham ayahnya di Saras, perusahaan yang bergerak dalam industri minyak bumi dan gas, selain menjadi CEO di Saras Moratti juga Moratti adalah pemilik Sarlux, ,sebuah perusahaan yang berfokus pada produksi listrik dari limbah minyak yang kantor pusatnya di Cagliari. Menikah dengan aktivis lingkungan Emilia Moratti pasangan ini memiliki lima anak. Pada tanggal 10 September 2009, Sauro Gori mengumumkan bahwa Moratti telah ditunjuk Duta Besar PBB untuk urusan perbaikan lingkungan.


Pada Mei 2011, Moratti di tawarkan untuk mendukung saudara istrinya, Letizia maju dalam pemilihan Wali Kota Milan. Hal ini Moratti lakukan karena dia terpanggil untuk melakukan perubahan, apalagi rival yang dihadapi Letizia waktu itu adalah Giuliano Pisapia yang didukung langsung oleh President Ac. Milan Silvio Berlusconi untuk menjadi walikota Milan. Karena hal itulah, persaingan antara Moratti dan Berlusconi pun berlanjut ke ranah politik.


Perannya di Internazionale
Moratti mengambil alih jabatan presiden Inter dari Ernesto Pellegrini pada tahun 1995, selama periode awal kepemimpinan Moratti, inter dianggap kurang berprestasi, Namun, di bawah kepemimpinan Moratti berikutnya sejak tahun  2005 – 2011 inter berlimpah prestasi yang sangat membanggakan, seluruh gelar nyaris didapatkan, bahkan ditahun 2007 inter mem buat rekor kemenangan 17 kali berturut – turut dan sampai sekarang rekor tersebut belum ada yang memecahkan, selain rekor tersebut, tetunya rekor lainnya yang sangat membanggakan adalah keberhasilan inter menyabet treble winner untuk pertama kalinya, khusus di Italia baru inter yang bisa melakukan hal tersebut.

Moratti juga sempat meletakkan jabatannya tepatnya pada tahun 2004 lalu, karena desakkan yang sangat kuat kepada Moratti untuk mundur terus terjadi dan akhirnya pada tanggal 19 Januari 2004, Moratti memundurkan diri sebagai President inter dan posisinya digantikan oleh Giancinto Facchetti. Namun pada tahun 2006 Moratti kembali lagi menjabat sebagai president inter menggantikan Giancinto Facchetti karena Facchetti meninggal dunia akibat penyakit kanker yang dia derita. Telah lama ambisi Massimo untuk mengembalikan Inter ke puncak kejayaan seperti yang dilakukan oleh ayahnya dulu. Bersama inter, Moratti telah memenangkan satu Piala UEFA (1998), lima Scudetto  Serie A (2006, 2007, 2008, 2009, 2010), empat Coppa Italia (2005, 2006, 2010, 2011), empat Supercoppa Italiana (2005, 2006, 2008, 2010), satu Liga Champions (2010) dan satu FIFA Club World Cup (2010).

Moratti disebutkan telah menghabiskan uang sekitar € 300 juta (jika dirupiahkan sekitar 4 triul rupiah) di  bursa transfer sejak ia mengambil alih jabatan sebagai presiden inter. Pada bulan Juli 1999, Moratti membuat rekor transfer dunia € 48.000.000 untuk pembelian striker Christian Vieri dan masih banyak lagi pemain hebat yang dibeli Moratti, tentunya dengan harga yang “hebat” juga. Seperti  Ronaldo, Javier Zanetti, Laurent Blanc, Angelo Peruzzi, Julio Cesar, Maicon, Adriano, Hernan Crespo, Roberto Baggio, Iván Zamorano, Zlatan Ibrahimovic, Luis Figo, Patrick Vieira , Samuel Eto'o, Wesley Sneijder, Juan Sebastián Verón, Diego Milito, Lucio, Alvaro Recoba dll.


SARAS dan Inter
Seperti yang kita ketahui, Moratti adalah seorang pengusaha sukses dan pemilik salah satu klub sepakbola terbaik didunia. Tentunya untuk menjalankan kedua “usaha”nya tersebut dibutuhkan waktu, fisik dan mentak yang sangat kuat. Moratti pun mengatakan. “ ini sangat menggairahkan.” Anda bisa melakukan banyak hal untuk mengurusi semuanya.” Jika dikantor, saya biasa membaca banyak dokumen, bertemu dengan banyak orang untuk urusan bisnis, jika saya berada di Appiano Gentile pun seperti itu juga, saya juga bertemu dengan banyak orang dan membicarakan banyak hal. Apakah saya keletihan ,menjalankan aktivitas seperti itu?” tentu tidak, justru kesibukkan seperti itulah yang membuat saya selalu sehat dan karena hal itu juga saya tidak menyangkan jika usia saya akan memasuki usia 70 tahun, padahal saya merasa bahwa usia saya baru menginjak 40 tahun”.

Moratti pun menjelaskan bahwa kesibukkannya di SARAS juga diimbanginya dengan terus memantau aktivitas inter. Jika tidak ada halangan Moratti selalu hadir untuk menyaksikan para pemain inter berlaga, baik kandang maupun tandang. “ hal yang paling penting dari semua ini adalah keseimbangan” anda tidak bisa selalu berada dikantor, terkadang kita juga butuh penyegaran, sebaliknya jika anda tidak pernah berada dikantor, dari mana anda mendapatkan uang untuk menghidupi klub ini”
Bagi Moratti SARAS dan inter adalah dua hal yang sangat penting bagi dirinya. Sampai kapanpun Moratti tidak akan pernah melepas keduanya. “ SARAS dibangun lewat kerja keras keluarga Moratti ada banyak orang yang ingin mengakuisisi perusahaan saya, tapi saya katakana tidak”.


Rivalitas di Milan
Tidak bisa dibantahkan lagi, selain dikenal sebagai kiblat fesyen dan mode dunia, Milano juga terkenal sebagai kiblat sepak bola dunia. Di kota tersebut hadir dua klub sepak bola yang memiliki sejarah panjang dan prestasi luar biasa, sama – sama mengusung nama Milano, yang satu menusung nama Associazione Calcio Milan atau yang lebih dikenal dengan Ac. Milan dan yang satu lagi menggunakan nama Internazioanle Milan atau yang lebih familiar dengan sebutan Inter Milan. Rivalitas kedua kubu tersebut pun selalu panas. Menanggapi hal tersebut, Moratti pun memberikan pendapatnya. “ tidak bisa dibantah lagi, hanya di Milan terdapat dua klub yang memiliki sejarah panjang dan prestasi hebat di sepak bola. “ memang banyak derby panas lainnya, namun tidak ada yang sehebat di Milan. “ di Spanyol memang ada el clasico, namun Madrid dan Barca bukan klub yang berada dalam satu kota. Begitu juga di Manchester, hanya United yang superior, namun tidak dengan City. Hanya di Milan dua klub dalam satu kota yang memiliki sejarah panjang dalam sepak bola”. Ujar Moratti.

Moratti pun melanjutkan. “ sudah pasti, jika terdapat dua klub dalam satu kota tentunya salah satunya ingin menunjukkan dominasi dan eksestensinya. Begitu juga yang terjadi di Milan. “ harus diakui, pada masa sebelumnya Ac. Milan begitu mendominasi, namun sekarang setidaknya kami sejajar dengan mereka.” “ apa yang dulu mereka dapatkan, sekarang kami dapatkan”. “ Jika mereka memiliki Maldini yang sudah mendapatkan caps sebanyak 1000 kali, kami juga punya Zanetti yang juga melakukan hal sama”. “jika mereka dulu pernah mempunyai Ancelotti yang telah memberikan dua gelar champion kepada Milan, kami juga punya Mourinho yang telah memberikan tiga gelar sekaligus kepada kami.” “Selain itu, untuk menunjukkan bahwa kami lebih “mampu” dari pada Milan, kami telah membangun stadion sendiri yang letaknya tidak jauh dari pusat kota Milan. Ini kami lakukan untuk menunjukka bahwa kami lebih baik dari pada Milan”. Ujar Moratti.

Selain rivalitas didalam sepak bola, Rivalitas Moratti dan Milan pun berlanjut ke ranah politik. Ini terjadi pada pemilihan walikota Milan pada tahun ini. Moratti mendukung saudara iparnya Letizia yang mencalokan diri sebagai calon walikota Milan, sedangkan lawan yang dihadapi adalah Giuliano Pisapia yang tidak lain adalah orang kepercayaan Silvio Berlusconi di Ac. Milan. Namun sayangnya calon yang diusung Moratti kalah dalam pemilihan walikota tersebut. Mengenai hal tersebut Moratti menjawab.   “pada dasarnya, saya dan Silvio berteman baik. Kami sering bertemu dan mendiskusikan banyak hal, dia adalah pria yang sangat menyenangkan, namun disatu sisi, saya bersaing dengannya. Harus diakui bersaing dengan Silvio sangat menarik dan menyenangkan, tidak hanya dilingkup sepak bola, kami bersaing diberbagai bidang lainnya”. Tutur Moratti


Hubungan Moratti dan Calciopoli
Pada tahun 2006 publik sepak bola di Italy bahkan dunia dikejutkan dengan skandal luar biasa yang menyeret banyak klub termasuk dua klub raksasa Juventus dan Ac. Milan. Kasus ini didalangi oleh Luciano Moggi yang merupakan bekas direktur teknik Juventus yang terbukti telah penyuap para wasit di Italy untuk memuluskan jalan Juventus menjadi juara. Sebagai hukumannya Luciano Moggi dilarang aktif disepak bola seumur hidup dan Juventus didegradasi ke seri B dan gelar scudetto 2005-2006 pun dicabut. Namun perkembangan terbaru menyebutkan bahwa yang menjadi actor utama dibalik skandal tersebut adalah Moratti dan inter. Hal ini ditambah dengan pengakuan bekas pemain Inter Christian Vieri yang mengaku telponnya pernah disapad oleh Moratti. Moratti pun memberikan tanggapannya mengenai hal tersebut. “sangat tidak masuk akal, dari mana awalnya kami bisa terlibat”. Ujar Moratti. “pengadilan telah jelas – jelaskan mengatakan bahwa Inter tidak punya kaitan apapun mengenai kasus tersebut”. “jika kami terlibat, sudah dari pertama kami dihukum, namun sampai sekarang kami tidak dihukum itu artinya bahwa kami tidak terlibat sama sekali” tutur Moratti. Mengenai penyadapan telpon yang Vieri katakan, Moratti menganggapinya dengan santai, “ saya bukan pengaguran yang tidak punya pekerjaan melakukan hal konyol seperti. Saya memiliki banyak bisnis yang harus diselesaikan. Dan waktu saya tak pernah ada untuk melakukan hal bodoh seperti itu” ungkap Moratti.

Sering berjalannya waktu, kasus calciopoli pun terus bergulir dan banyak bukti baru yang ditemukan dan terus berhubungan dengan inter, yang terbaru adalah ditemukannya transkip percakapan wasit yang bernama Paolo Bergamo dengan Moratti yang membicarakan mengenai pertandingan Piala Italy pada tahun 2005, entah sengaja atau tidak partai yang dipimpin oleh Bergamo tersebut dimenangi inter 3-1 melawan Bologna dan kembali inter terseret. Moratti pun memberikan pembelaannya. “ hal yang wajar jika kita bertemu dengan wasit sebelum bertanding. Saya sering melakukan hal tersebut. Dulu kietika Collina masih aktif saya sering bertemu dan berbicara dengan dirinya. “ dan juga seperti yang anda ketahui, sidang terbaru calciopoli lagi – lagi tidak mengatakan bahwa kami terlibat. “jadi dimana keterlibatan kami?”. Namun saya tidak akan menuntut siapapun. Itu hanya dilakukan oleh sekumpulan orang yang sakit hati kepada inter. “ mereka mencoba melempar aib mereka kepada inter, namun sedihnya mereka gagal, malah sebaliknya, aib mereka semakin terbuka lebar, mereka panic dan mencoba melempar kepada kami, namun mereka tak berhasil, karena inter adalah klub yang dibangun dan dibesarkan dengan jiwa sportivitas dan menjujung tinggi fair. “ biarlah mereka ingin berbicara apa, yang buruk  tetaplah buruk, yang baik tetaplah yang baik”. Pungkas Moratti.


Moratti, kesan, pesan dan harapannya kepada inter
Sebagai seorang yang telah berkecipung didunia sepak bola sejak puluhan tahun banyak sudah pengalaman yang telah didapat dan ditemui oleh Moratti. Sejak kecil sering dibawa oleh ayahnya menyaksikan inter berlatih dan bermain membuat Moratti kecil menyukai sepak bola dan mencintai klub ini. “ saat pulang sekolah dulu, ayah sendiri yang menjemput saya dan membawa saya melihat inter berlatih. Ayah mengatakan kepada saya, kelak, klub ini akan semakin besar dan Berjaya, jika nanti klub ini ada ditanganmu, harapan ku hanya satu, teruskan dan bangun klub ini dengan ketulusan dan jangan sampai dikotori dengan hal – hal yang bisa merusak sportivitas. Itulah pesan ayah saya dulu kepada saya” ujar Moratti.

Dan akhirnya pada tahun 1995 Moratti resmi memimpin inter, meneruskan perjuangan ayahnya dulu, walaupun sempat memundurkan diri pada tahun 2004, namun Moratti kembali memimpin Inter pada tahun 2006. Tentunya hampir 17 tahun berada didalam lingkup kekuasaan inter banyak kesan yang dia dapatkan. “ sangat mengesankan. Setiap tahunnya lebih dari sepuluh orang datang ke klub ini. Entah itu sebagai pemain, sebagai pelatih, sebagai official, sebagai juru masak tentu hal tersebut sangat menyenangkan”. “ saya telah bertemu dengan berbagai macam orang dengan kepribadian dan latar belakang yang bermacam – macam. Saya mengenal Africa lebih jauh dari mereka yang berasal dari Africa, saya juga mengetahui kehidupan di karimbia, saya juga pernah berbicara dengan orang Tukey dan sekarang saya telah mengenal Jepang dari pemain yang berasal dari Negara tersebut.” Ujar Moratti.
“ karena hal tersebut saya merasa masih sangat muda, saya tidak menyangka bahwa saya akan berusia 70 tahun, padahal yang merasa baru akan menginjak usia 40 tahun. “ dengan aktivitas tersebut bisa membuat anda lebih sehat dan segar. Bertemu dan berbicara dengan banyak orang dari berbagai penjuru dunia dengan latar belakang yang berbeda, sangatlah menyenangkan” imbuh Moratti.

Mengenai harapan dan pesannya kepada klub yang telah dia pimpin lebih dari 15 tahun ini, Moratti pun menyampaikannya. “ klub ini telah menjadi besar, bahkan menjadi salah dari lima klub terbaik didunia. Apa yang telah saya lakukan semata – mata ingin menjalankan pesan ayah saya yang diamanatkan kepada saya bahwa klub ini harus menjadi besar dan menjadi lebih baik lagi. “semuanya telah didapat, baik dari ajang domestic maupun internasional”. “ begitu juga dengan pemain dan pelatih, banyak sudah pria – pria hebat dan luar biasa mampir diklub ini. “semuanya sangat hebat dan emosional” ujar Moratti.
“ semoga untuk kedepannya klub ini terus menujukkan konsistensi dan dominasinya, baik di ajang domestic maupun internasional dan juga klub ini bisa memenuhi semua expectasi dan harapan yang menjadi keinginan semua pihak, baik fans, penggemar dan semua yang mencintai klub ini”. Sambung Moratti. (CPI)


Moratti dimata mereka
Tentunya, sebagai seorang presiden klub Moratti telah bertemu dengan banyak orang dan juga orang – orang yang telah bertemu dengan Moratti pun memiliki kesan – kesan dan komentar tersenidiri mengenai Moratti. Dan inilah beberapa kesan dan komentar mereka mengenai Moratti yang dihimpun dari berbagai sumber :

“ dia lebih dari seorang pria. Dia adalah ayah, pemimpin bahkan pelindung anda. Dia lah orang pertama anda jika anda menghapadi kesulita”. (Alvaro Recoba)

“Dedikasi, integritas, ketulusan, loyalitas, totalitas dan semua yang telah dia beri sangat luar biasa. Jarang ada presiden seperti Moratti dan inter beruntung memiliki presiden seperti dia dan saya masih berharap, suatu hari nanti saya bisa kembali lagi bekerja dengannya”. (Jose Mourinho)

"saya tidak dapat mengatakan apa – apa lagi jika ditanya Mengenai Moratti. Dialah orang yang memberi kepercayaan kepada saya ketika dulu banyak orang yang meragukan saya. Seribu terima kasih,rasanya belum cukup jika saya berikan kepada Moratti”. ( Javier Zanetti)

“memang ada sedikit masalah antara saya dan dia, namun harus diakui Moratti yang berani mempercayai saya menjadi pelatih inter dikala saya belum memiliki pengalaman yang cukup dan saya sangat berterima kasih kepadanya atas semua kepercayaan dulu dan membuat saya seperti sekarang”. ( Roberto Mancini)

“saya masih punya hutang kepadanya. Dia dengan sabar merawat dan menyembuhkan saya walaupun pada akhirnya saya harus berpisah dengannya, namun dia adalah pria hebat yang pernah saya temui. Jika bukan Moratti president waktu itu, mungkin saya pension lebih cepat”. ( Luiz Nazario da Lima)

“ ketika Madrid kedatangan begitu banyak pemain bintang, semua itu membuat saya tak bergairah ditambah lagi, tak ada klub yang menghubungi saya, namun Moratti datang membawa harapan dan berhasil meyakinkan saya jika potensi saya masih bisa digali. Saya sangat berterima kasih kepada Moratti karena telah membangkitkan saya.” ( Wesley Sneijder)

“ sangat membanggakan bisa bersama Moratti selama sepuluh tahun. Tidak pernah ada kemarahan atau pun cacian kepada kami saat kami bermain buruk. Dia tetaplah menunjukkan jiwa kebapak annya kepada kami disemua kondisi, tidak pernah melakukan dan mencontohkan hal buruk kepada kami. Inilah contoh sekaligus telanda yang layak ditiru”. ( Marco Materazzi)

“ walaupun hanya 6 bulan saya bersamanya, namun apa yang telah dia contohkan, member inspirasi bagi saya bagaimana mengolah sebuah tim yang lebih dari tim dan bisa membentuk keluarga besar didalam tim tersebut. Saya beruntung bisa bertemu dengannya”. ( Leonardo Araujo)

“ disaat umur anda sudah memasuki 30 tahun ke atas, sangat jarang ada klub besar yang ingin menggunakan jasa anda,yang ada hanya tawaran yang tidak menarik dari America tau Timur tengah, namun Moratti sangat menginginkan saya dan menaruh harapan besar kepada saya dikala tidak ada lagi yang menginginka saya, karena itulah saya hanya ingin dianggap legenda inter dari pada menjadi legenda diklub saya terdahulu”. ( Luis Figo )

“ tidak banyak yang bisa saya utarakan mengenai dirinya, waktu 3 jam saya rasa belum cukup untuk menjelaskan dan memuji Moratti. Dia adalah ayah, pria, presiden terhebat yang pernah saya temui”. (Samuel Eto’o)

“ dia adalah president yang sangat berwibawah dan rendah hati. Ketika saya dating kesini, dia sangat antusian dan bertanya banyak hal mengenai Negara saya. Saya belum pernah bertemu presiden seperti Moratti, dia sangat berwibawah namun tidak sombong terhadap anda”. ( Yuto Nagatomo )
“ saya hanya bisa memberikan satu kata untuk Moratti, luar biasa”. ( Esteban Cambiasso )

“ walaupun didalam tubuh dan darah saya mengalir deras DNA Milan, namun sebagai manusia saya sangat menghormati Moratti. Apa yang telah dia lakukan dan dia berikan untuk inter sangat luar biasa. Inter layak berbangga memiliki Presiden seperti Moratti”. ( Paolo Maldini )

“ saya memang baru beberapa kali bertemu dengan Moratti, namun dari cara bicaranya dan pembawaannya menunjukkan bahwa Moratti memiliki charisma yang besar”. ( Joseph Guardiola)

"Silvio Berlusconi harus mencontoh Moratti dalam segala hal. Baik sebagai seorang pria maupun sebagai seorang president klub”. ( Giovanni Trappatoni)

“ Moratti memberikan teladan yang baik sebagai seorang pemimpin. Disaat inter dihujat atas skandal Calciopoli, dia tetap tenang. Menjawab semuanya tanpa amarah dan emosi. Hal seperti inilah yang harus dicontoh oleh para pemimpin klub.” ( Diego Maradona )

“ dia orang yang pertama kali membawa saya keluar negeri dimana usia saya waktu itu baru 17 tahun. Lalu saya melakukan banyak kesalahan ketika inter melawan Milan dimana gawang saya kemasukkan 6 gol, namun Moratti tetap menunjukkan wibawahnya, sebaliknya dia tetap mendukung saya agar tidak terpuruk, dari situlah saya memiliki mental yang kuat. Moratti luar biasa”. ( Sebastian Frey )

“ jika saya menjadi president sebuah klub suatu hari nanti, saya akan mencontoh gaya kepemimpinan Moratti, karena apa yang telah dicontohkan oleh Moratti sangat pantas untuk dicontoh.” ( Fabio Cannavaro)

“ dan kami pun bangga memiliki president sepertimu” ( ultras inter, boysan interista)

sumber: http://inter-milan-indonesia.blogspot.com/
Baca Selengkapnya...

Friday, 24 February 2012

Cara Cek Nomer HP Sendiri

Nomer handphone milik sendiri lupa ? ditambah pulsa sudah habis.
Hmm inilah yang mungkin pernah Anda alami ketika akan isi ulang pulsa elektrik...
Untuk mengetahui nomer handphone sendiri itu caranya sangatlah mudah.
Mau tahu ?


INDOSAT

Ketik : *777*8# lalu Yes / Call

XL

Ketik : *123*22*1*1# lalu Yes / Call

TELKOMSEL ( SIMPATI / AS )

Ketik : *808# lalu Yes / Call

AXIS

Ketik : *2# lalu Yes / Call

THREE (3)

Ketik : *998# lalu Yes / Call

FLEXI, ESIA, StarOne, SMART dan FREN

Pasang simcard di ponsel Nokia, lalu ketik : *3001#kode pengaman# .
Contoh : *3001#12345# Lalu tunggu sampai keluar Menu, pilih NAM1 kemudian geser kebawah pilih “Own number (MDN)“.
Nah terlihat deh nomernya


sekian dulu gan, semoga bermanfaat..
Baca Selengkapnya...

Monday, 30 January 2012

Tes Otak Kiri Dan Kanan

Untuk memahami fungsi otak kita, saya coba uraikan sebagai berikut:
Otak kanan — KREATIF — Bentuk, Intuisi, Lagu &musik, Warna warni, Simbol, Gambar, Imajinasi, Menghayal
Otak kiri – ANALITIK — Bahasa verbal, Matematika, Logika, Angka2, Urutan2, Penilaian, Analisis, Linier
Berikut ini tip atau cara mengetahui apakah anda cenderung menggunakan otak kiri atau otak kanan.
Rentangkan dua tangan anda keatas seperti ini :
Kemudian lakukan suatu gerakan hingga kedua tangan seperti dibawah ini:
Coba anda perhatikan jempol tangan kiri dan tangan anda berada dimanakah?
Jika “jempol tangan kiri” anda berada paling atas (dipuncak) maka selamat anda telah bertipe “otak kanan”
Sebaliknya jika “jempol tangan kanan” anda berada diatas (dipuncak) maka maka selamat anda telah bertipe “otak kiri”
Selamat mencoba!!
Nah Kalau yang ini percobaan konflik otak kiri dan otak kanan

Coba anda perhatikan tulisan-tulisan di atas yang menyatakan warna (Kuning, orange, biru, hitam, dan selanjutnya), kemudian sebutkanlah warnanya bukan menyebutkan tulisannya. Otak kanananda berusaha menyebutkan warnanya, tetapi otak kiri anda tetap membaca tulisannya ! Coba anda praktekkan, pasti anda akan terganggu oleh konflik otak kiri dan otak kanan anda
Berikut sifat-sifat orang yang dominan otak kiri dan kanan:
Dominan Otak KiriDominan Otak Kanan
Menggunakan logikaMenggunakan perasaan
Berorientasi detailBerorientasi secara keseluruhan
Melihat faktaMelihat imajinasi
Kata-kata dan bahasaSimbol dan gambaran
Hari ini dan masa laluHari ini dan masa depan
Matematika dan ilmu pengetahuanFilosofi dan religi
MengetahuiMemahami
MengetahuiMempercayai
MengakuiMengapresiasi
Mempersepsi urutan/polaMempersepsi secara spasial/ruang
Mengetahi nama objekMengetahui kegunaan objek
Berdasar pada realitaBerdasar pada fantasi
Menyusun strategiBerdasar pada apa yang terjadi
PraktisTerburu-buru/tidak sabar
Bermain amanMengambil resiko

Nah itu adalah tes otak kanan dan otak kiri yang saya salin dari blog Mas Eko Juli.
Dan yang berikut ini masih tes otak kanan dan otak kiri dengan cara yang berbeda, yang saya Sadur dari situs koran Australia - Heraldsun.
Anda melihat wanita ini berputar searah jarum jam atau berlawanan arah jarum jam?
Jika searah jarum jam, maka Anda lebih banyak menggunakan otak kanan dan sebaliknya.

Spinning lady

Sebagian besar dari kita akan melihat wanita ini berputar berlawanan arah jarum jam, tapi Anda dapat mencoba untuk fokus dan mengubah arah.
Fungsi otak kiri
menggunakan logika
berorientasi pada detil
berdasar pada fakta
kata-kata dan bahasa
masa kini dan masa lalu
matematika dan sains
dapat memahami (can comprehend)
mengetahui
mengakui
berwawasan pada kerapian/susunan (order/pattern perception)
mengetahui nama obyek
berdasarkan pada kenyataan
membuat strategi
praktis
aman
Fungsi otak kanan
menggunakan perasaan
berorientasi pada hal pokok/garis besar
berdasar pada imajinasi
simbol dan gambar
masa kini dan masa depan
filosofi dan agama
dapat “mengerti” (can “get it” (i.e. meaning))
percaya
menghargai
berwawasan pada tata ruang (spatial perception)
mengetahui fungsi obyek
berdasarkan pada imajinasi/fantasi
menyajikan kemungkinan
nafsu
mengambil risiko
Dari sini terlihat dominasi penggunaan otak Anda, dan kecenderungan cara berfikir Anda. Bagaimanapun juga setiap manusia memiliki masing-masing kelebihan dan kekurangannya.
Mengetahui kelebihan dan kekurangan diri sendiri membuat Anda lebih bijak mengarungi kehidupan.
.....
Baca Selengkapnya...

Thursday, 5 January 2012

Tips Mengembalikan Folder Yang di Hidden Oleh Virus Pada Flashdisk

Kali ini kita akan membahas cara mengembalikan file/ folder yang di hidden (sembunyikan) oleh virus, ciri-cirinya file atau folder pada flashdisk kita akan terlihat sebagai shortcut (jangan klik shortcut tersebut yah). Sebenarnya file dan folder yang asli masih ada, hanya saja file dan folder tersebut di superhidden kan oleh virus.

Adapun langkah untuk memunculkan kembali file dan folder tersebut adalah:

  • Terlebih dahulu hapus file/ folder shortcut yang ada pada flashdisk, tidak usah khawatir karena file/ folder aslinya masih ada kog :-P
  • Buka CMD (windows + R, Lalu ketikkan cmd)
  • setelah itu ketikkan:
    attrib -s -h drive flash:*.* /s /d
    contoh
    attrib -s -h f:*.* /s /d
    lalu tekan ENTER

  • Tunggu beberapa saat dan jangan dulu menutup jendela cmd sampai muncul tulisan berikutnya, (jika file dan foldernya banyak, maka akan memakan waktu beberapa puluh detik, haha)
  • Jika file/ folder sudah muncul kembali, tutup jendela cmd
  • Selamat mencoba
follow: @ardimoviz
Baca Selengkapnya...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
;